|
Taufikurahman Siap Beri Keterangan Soal Dana Umat
Kamis, 14 Juli 2005 | 04:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota DPR Taufikurahman Saleh mengaku telah dipanggil polisi untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus korupsi Dana Abadi Umat. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu pun menyatakan siap "memberikan keterangan apa adanya".
"Waktunya terserah saya, karena saya sedang kunjungan kerja di Bali," kata Taufikrrahman yang dihubungi melalui telepon dari Jakarta, Rabu (13/7). Ia mengaku belum melihat surat pemanggilan, yang menurut dia, ditujukan kepada pemimpin DPR.
Mantan Ketua Komisi Agama (Komisi VI) DPR itu mengakui menerima dana lebih dari sekali. Namun, ia menyatakan tidak mengetahui bahwa sumber dananya dari Dana Abadi Umat. "Itu kan urusannya sana (pengelola Dana Abadi)," tuturnya.
Seperti ditulis Majalah Tempo, edisi 17 Juli 2005, Taufikurrahman menerima dana sebagai pemimpin Komisi VI ketika berkunjung ke Amerika Serikat pada 2002. Besarnya Rp 26 juta. Selain itu, para pemimpin Komisi juga menerima dana ketika berkunjung ke Malaysia sebesar Rp 98 juta untuk enam orang.
Taufikurrahman menyatakan, semua yang dia lakukan itu "dalam rangka tugas". Ia menambahkan, "Sebagai mitra kerja, jangan lupa, kami ini juga memangkas beberapa pos yang tidak perlu. Misalnya, mengurangi jumlah amirrul hajj dan jatah anggota DPR yang ikut dalam rombongan haji."
Karena suratnya ditujukan kepada pemimpin DPR, Taufikurrahman mengaku akan berkonsultasi lebih dulu dengan mereka sebelum memenuhi panggilan polisi. "Saya kan pejabat negara," kata dia. Budi S
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Ketua Utusan Para Da'i Al-Azhar di Jakarta, Abdul Ghaffar Hasan Khalifah bersama Menteri Agama, Said Agiel Husin Al-Munawar pada acara makan malam yang diselenggarakan oleh Departemen Agama (23/03/2002) di Hotel Borobudur, Jakarta [Hotel Borobudur; 20020402]](/hg/photostock/2004/12/28/s_FJ02040201_high_thumb.jpg) |
![Menteri Agama, Said Agil Husin Al Munawar didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Umar Shihab (kiri) ketka menyampaikan hasil Hisab dan Rukyat mulainya tanggal 1 Ramadhan di kantor Departemen Agama, Jakarta, 5 November 2002. [TEMPO/ Bismo Agung; K11A/190/2002; 20021204].](/hg/photostock/2004/12/27/s_K11A19005[1]_high_thumb.jpg) |
| Abdul Ghaffar Hasan Khalifah dan Menteri Agama
|
|
| Said Agil Husin Al Munawar dan Umar Shihab
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|