Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Dijenguk Presiden, Gus Dur Sudah Bisa Guyon Lagi
Rabu, 13 Juli 2005 | 10:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (13/7) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB menjenguk mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang sedang dirawat di ruang perawatan ICU, paviliun Kartika, RSPAD Gatot Subroto. Presiden bersama Ny. Ani Yudhoyono dan Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng menjenguk Gus Dur selama 30 menit.

Kepada wartawan Presiden Yudhoyono menyatakan bersyukur karena kondisi kesehatan Gus Dur sudah pulih. "Menurut dokter yang merawat beliau, kondisinya sudah jauh membaik, apakah tekanan darah beliau, gula darah beliau, yang jelas kesadarannya baik sekali," katanya.

Tak sekedar berbincang, dalam pertemuan sekitar 30 menit itu, menurut Yudhoyono, seperti biasanya Gus Dur sudah mengeluarkan humor-humor segar.

"Tentu saja kita berdoa agar mantan presiden kita itu cepat sembuh dan kembali beraktifitas untuk ikut perduli pada bangsanya, memberikan kritik-kritik yang baik pada pemerintah, kepada saya agar apa yang kami lakukan lebih baik lagi ke depan nanti,” ujarnya. Dimas Adityo

Dari Arsip Majalah TEMPO
Tempo, Edisi 23-29 Juli 2001 | 31 Januari 2005
Abdurrahman Wahid | 24 Januari 2005
Catatan untuk Gus Dur  | 29 Desember 1998
Tak Paham Gus Dur  | 22 Desember 1998
Fakta dan Fiksi  | 22 Desember 1998
Langkah Kuda Gus Dur  | 22 Desember 1998
Empat Dirangkul, Gus Dur Mau Apa?  | 22 Desember 1998
Abdurrahman Wahid: Saya Nggak Mau Bangsa ini Terbakar  | 22 Desember 1998
Deklarator Ciganjur dan Demokrasi  | 08 Desember 1998
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pprotes anti presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur oleh Badan Eksekutif Mahasiswa/ BEM se Indonesia dengan poster bertuliskan Gus Dur harus digusur kalo tidak negara pasti hancur di depan Istana Negara, Jakarta, Senin, 12 Maret 2001.  Foto: TEMPO/ Bernard Pendukung presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur menusukkan besi ke mulutnya saat protes menolak Sidang Istimewa/ SI di Monas, Jakarta, 30 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/423/2001; 20010616].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Akan Menjenguk Wahid
RSCM Penuh, Gus Dur Pindah ke RSPAD
Kondisi Gus Dur Membaik
Alwi Shihab : Konflik PKB Bukan Masalah kecil
Politikus Nasional Berkumpul di Rumah Try Sutrisno
Ratusan Kiai Serukan Ulama Tak Terlibat Konflik
Perpecahan PKB Merembet ke DPR
PKB Kubu Alwi Bikin Screening Kesetiaan
PKB Jawa Timur Dibekukan Muhaimin
Kubu Alwi Shihab Juga Mengadu ke Hasyim Muzadi
> selengkapnya...


Referensi

Inpres RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Penertiban Rekening Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen

Website

NU Online


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pengibaran Bendera Bintang Kejora Tak Terkait Sentimen Agama
Pengibar Bendera Bintang Kejora Dikenai Tuduhan Makar
41 Pengibar Bendera Bintang Kejora Ditangkap
Polres Pasuruan Dirikan Posko Pengaduan Pemilu
PMI Kabupaten Malang Kahabisan Kantong Darah

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data