|
Tersangka Teroris Mengaku Beberapa Kali Mengantar Azahari
Selasa, 12 Juli 2005 | 20:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Salah satu tersangka terorisme, Alen, yang ditangkap di Solo, 29 Juni lalu, mengaku pernah beberapa kali memboncengkan Dr. Azahari Husein dengan sepeda motor. Pada awalnya, Alen disebutkan mengaku tidak mengetahui bahwa yang diboncengkan adalah buron utama tersangka teroris.
Begitupun setelah mengetahui bahwa yang sering dia antar adalah Azahari, Alen tidak melaporkannya ke polisi. "Ya karena sudah kenal baik, jadi tidak enak," kata anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) Wirawan Adnan kepada wartawan, Selasa (11/7), di Markas Besar Polri, Jakarta.
Wirawan mengantar keluarga Alen dari Jawa Timur untuk bertemu sang tersangka. Wirawan mengaku tidak mengetahui, waktu dan tempat Azahari diantar oleh Alen. "Saya cuma menanyakan dalam kapasitas saya sebagai kuasa hukum, bukan sebagai wartawan. Jadi saya tidak tanya ke mana saja," ujarnya.
Alen ditangkap di Solo bersama 15 aktivis Islam lainnya. Sepekan kemudian, 11 orang termasuk Alen ditetapkan sebagai tersangka. Empat orang lainnya dilepaskan. Polisi juga menangkap empat orang aktivis di Jakarta. Erwin Dariyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Terdakwa kasus peledakan bom di Wisma Bhayangkari, Anang Supena (kiri) mendengarkan keterangan saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, 26 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/044/2003; 20030926].](/hg/photostock/2005/03/23/s_K18A04405_high_thumb.jpg) |
![Poster daftar pencarian orang (DPO) yang dipasang di tembok Gedung Jaya, Jakarta, 2 September 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/036/2003; 20030926].](/hg/photostock/2005/03/14/s_K18A03608_high_thumb.jpg) |
|
|
| Poster Daftar Pencarian Orang
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|