Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pasca Penembakan Relawan Asing, Aktivitas Kemanusiaan Tetap Berlanjut
Selasa, 12 Juli 2005 | 15:46 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Pasca tertembaknya dua relawan asing di Aceh dalam kegiatan kemanusiaannya, PBB belum mengambil keputusan khusus dalam melakukan berbagai kegiatan di Aceh. Sebab, menurut Samsuddin Berlian, Staf Informasi United Nation Officer for the Coordination of Humanitarian Affair (UN-OCHA), PBB masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

“Kami tetap melakukan kegiatan kemanusiaan, tidak ada keterbatasan khusus,” sebut Samsuddin,” ujarnya kepada pers, Selasa (12/7).

Ia berharap keamanan terhadap para relawan, baik PBB maupun lembaga lain diberikan perhatian khusus seperti diatur hukum Internasional. “Orang yang aktif di kemanusiaan, harus dilindungi,” sebutnya.

Sementara itu, Abdussalem, Direktur Media dan Informasi Publik Islamic Relief menyebutkan, pihaknya tetap melakukan kegiatan memberikan bantuan kemanusiaan di Aceh, seperti biasa. Soal keamanan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah. Karena itu staf dan relawan juga diimbau tidak melakukan kegiatan di tempat yang dianggap rawan dan tidak melewati batas-batas tertentu.

Ia menilai, konflik yang terjadi di Aceh masih belum dikategorikan berat, sehingga tidak ada alasan melakukan langkah-langkah lain dalam kegiatan kemanusiaan di Aceh, “Tidak seperti konflik di Irak,” ujarnya.

Jolene Zidkovich, Staf Informasi CARE Internasional juga menyatakan pihaknya masih terus beraktivitas seperti biasa. Hanya saja, CARE sudah mempunyai prosedur khusus untuk keamanan staf mereka, “Misalnya, ada daerah yang tidak boleh dimasuki dan peraturan keamanan yang harus dipatuhi,” sebutnya.

Berdasarkan pantauan pihak CARE, tertembaknya relawan asing baru-baru ini bukanlah penembakan yang sengaja dilakukan kepada para pekerja kemanusiaan di Aceh. Adi Warsidi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Relawan Asing Diminta Taati Jam Malam
Relawan Asal Belanda Kembali Beraktivitas
Setelah Ditembak di Aceh, Relawan Belanda Ingin Pindah ke Nias
Giliran Relawan Asal Belanda Tertembak Di Aceh
AS Bantu 400 Juta US$ untuk Rekonstruksi Aceh - Nias
Relawan PBB Meninggal di Aceh
Dana Rekonstruksi Aceh US$ 2,8 Miliar
Diizinkan Impor Kayu Untuk Rekonstruksi Aceh
Pemerintah Mungkin Tambah Dana Buat TNI di Aceh
DPR Pertanyakan Dana Jatah Hidup dan Rumah Sakit Jiwa untuk Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tiga Pria Tewas Karena Minuman Keras
Paus Benediktus XVI Malu dan Minta Maaf di Australia
Pembunuh Rahmat “Be A Man” Terlacak Lewat Ponsel Rampasan
Pembunuh Waria Pemenang Kontes "Be A Man" Tertangkap
Guru Warga Amerika Ditemukan Membusuk di Hotel

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data