Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   
(Pprotes anti presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur oleh Badan Eksekutif Mahasiswa/ BEM se Indonesia dengan poster bertuliskan Gus Dur harus digusur kalo tidak negara pasti hancur di depan Istana Negara, Jakarta, Senin, 12 Maret 2001.  Foto: TEMPO/ Bernard)       (Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].)
(Pprotes anti presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur oleh Badan Eksekutif Mahasiswa/ BEM se Indonesia dengan poster bertuliskan Gus Dur harus digusur kalo tidak negara pasti hancur di depan Istana Negara, Jakarta, Senin, 12 Maret 2001. Foto: TEMPO/ Bernard)
(Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].)
(Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].)       (Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers tentang penundaan pemekaran provinsi Papua di kantornya, Jakarta, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/280/2003; 20031028].)
(Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].)
(Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers tentang penundaan pemekaran provinsi Papua di kantornya, Jakarta, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/280/2003; 20031028].)
(Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Kemanan (Menko Polkam) Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers usai rapat koordinasi tentang penundaan pemekaran provinsi Irian Jaya Tengah setelah terjadinya bentrokan berdarah saat deklarasi provinsi tersebut di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/040/2003; 20030926].)       (Pendukung presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur menusukkan besi ke mulutnya saat protes menolak Sidang Istimewa/ SI di Monas, Jakarta, 30 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/423/2001; 20010616].)
(Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Kemanan (Menko Polkam) Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers usai rapat koordinasi tentang penundaan pemekaran provinsi Irian Jaya Tengah setelah terjadinya bentrokan berdarah saat deklarasi provinsi tersebut di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/040/2003; 20030926].)
(Pendukung presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur menusukkan besi ke mulutnya saat protes menolak Sidang Istimewa/ SI di Monas, Jakarta, 30 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/423/2001; 20010616].)
(POSTER/BALIHO PRESIDEN KH ABDURRAHMAN WAHID PADA ACARA SIDANG TAHUNAN DI JAKARTA [ RULLY KESUMA; 09082000 ])       (Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bersama Max Lane/ pengamat politik asal Australia pada acara debat terbuka internasional
(POSTER/BALIHO PRESIDEN KH ABDURRAHMAN WAHID PADA ACARA SIDANG TAHUNAN DI JAKARTA [ RULLY KESUMA; 09082000 ])
(Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bersama Max Lane/ pengamat politik asal Australia pada acara debat terbuka internasional "Mencari Format Pemerintahan Alternatif Pasca Mega - Hamzah" di Jakarta Media Center (JMC), Kebon Sirih, Jakarta, 25 Juni 2002. [TEMPO/ Bagus Indahono; K9A/145/2002; 20020822].)
(Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bersama Max Lane/ pengamat politik asal Australia dan rekan pada acara debat terbuka internasional       (Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan pengamat politik dari Australia Max Lane pada acara launching dan diskusi Tabloid Pembebasan (Politik Rakyat Miskin) yang diselenggarakan oleh Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP - PRD) di Jakarta Media Center (JMC), Jakarta, 11 Juli 2002. [TEMPO/ Arie Basuki; K12A/116/2003; 20030220].)
(Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bersama Max Lane/ pengamat politik asal Australia dan rekan pada acara debat terbuka internasional "Mencari Format Pemerintahan Alternatif Pasca Mega - Hamzah" di Jakarta Media Center (JMC), Kebon Sirih, Jakarta, 25 Juni 2002. [TEMPO/ Bagus Indahono; K9A/145/2002; 20020822].)
(Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan pengamat politik dari Australia Max Lane pada acara launching dan diskusi Tabloid Pembebasan (Politik Rakyat Miskin) yang diselenggarakan oleh Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP - PRD) di Jakarta Media Center (JMC), Jakarta, 11 Juli 2002. [TEMPO/ Arie Basuki; K12A/116/2003; 20030220].)

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bogor Tak Sepadat Yang Diduga
Hindari Kota Bogor
RSCM Penuh, Gus Dur Pindah ke RSPAD
Kondisi Gus Dur Membaik
Presiden Yudhoyono Tak Takluk pada Kelompok Koruptor
Mahar Agus Yudhoyono: Uang Rp 872.005
Presiden Yudhoyono Menyatakan Belasungkawa Bom London
Agus Berangkat Menikah dengan Mobil Dinas Ayahnya
Alwi Shihab : Konflik PKB Bukan Masalah kecil
Lalu Lintas Kota Bogor Berubah Sementara
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti
Inpres RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Penertiban Rekening Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen

Website

NU Online


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Sri Mulyani Janji Akan Komentari Tender Qatar Telecom
Kejaksaan Persilakan KPK Ambil Alih Kasus BLBI
Cabut Berkas, Saksi FPI Mengaku Diintimidasi Polisi
Massa Wahid Juga Tidak ke Kantor Komisi Pemilu Nganjuk
Lembaga Perlindungan Saksi Minta Dilantik Presiden

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data