 |
|
|
|
![(Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].)](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
|
(Pprotes anti presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur oleh Badan Eksekutif Mahasiswa/ BEM se Indonesia dengan poster bertuliskan Gus Dur harus digusur kalo tidak negara pasti hancur di depan Istana Negara, Jakarta, Senin, 12 Maret 2001. Foto: TEMPO/ Bernard) |
|
|
(Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].) |
|
|
|
|
![(Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].)](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40706_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers tentang penundaan pemekaran provinsi Papua di kantornya, Jakarta, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/280/2003; 20031028].)](/hg/photostock/2005/01/18/s_K18A28006_high_thumb.jpg) |
|
(Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].) |
|
|
(Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers tentang penundaan pemekaran provinsi Papua di kantornya, Jakarta, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/280/2003; 20031028].) |
|
|
|
|
![(Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Kemanan (Menko Polkam) Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers usai rapat koordinasi tentang penundaan pemekaran provinsi Irian Jaya Tengah setelah terjadinya bentrokan berdarah saat deklarasi provinsi tersebut di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/040/2003; 20030926].)](/hg/photostock/2005/01/18/s_K18A04002_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Pendukung presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur menusukkan besi ke mulutnya saat protes menolak Sidang Istimewa/ SI di Monas, Jakarta, 30 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/423/2001; 20010616].)](/hg/photostock/2005/01/17/s_K1A42305_high_thumb.jpg) |
|
(Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Kemanan (Menko Polkam) Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers usai rapat koordinasi tentang penundaan pemekaran provinsi Irian Jaya Tengah setelah terjadinya bentrokan berdarah saat deklarasi provinsi tersebut di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/040/2003; 20030926].) |
|
|
(Pendukung presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur menusukkan besi ke mulutnya saat protes menolak Sidang Istimewa/ SI di Monas, Jakarta, 30 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/423/2001; 20010616].) |
|
|
|
|
![(POSTER/BALIHO PRESIDEN KH ABDURRAHMAN WAHID PADA ACARA SIDANG TAHUNAN DI JAKARTA [ RULLY KESUMA; 09082000 ])](/hg/photostock/2005/01/03/s_00080703_high_thumb.jpg) |
|
|
|
 |
|
(POSTER/BALIHO PRESIDEN KH ABDURRAHMAN WAHID PADA ACARA SIDANG TAHUNAN DI JAKARTA [ RULLY KESUMA; 09082000 ]) |
|
|
(Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bersama Max Lane/ pengamat politik asal Australia pada acara debat terbuka internasional "Mencari Format Pemerintahan Alternatif Pasca Mega - Hamzah" di Jakarta Media Center (JMC), Kebon Sirih, Jakarta, 25 Juni 2002. [TEMPO/ Bagus Indahono; K9A/145/2002; 20020822].) |
|
|
|
|
 |
|
|
|
![(Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan pengamat politik dari Australia Max Lane pada acara launching dan diskusi Tabloid Pembebasan (Politik Rakyat Miskin) yang diselenggarakan oleh Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP - PRD) di Jakarta Media Center (JMC), Jakarta, 11 Juli 2002. [TEMPO/ Arie Basuki; K12A/116/2003; 20030220].)](/hg/photostock/2004/12/29/s_K12A11606[1]_high_thumb.jpg) |
|
(Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bersama Max Lane/ pengamat politik asal Australia dan rekan pada acara debat terbuka internasional "Mencari Format Pemerintahan Alternatif Pasca Mega - Hamzah" di Jakarta Media Center (JMC), Kebon Sirih, Jakarta, 25 Juni 2002. [TEMPO/ Bagus Indahono; K9A/145/2002; 20020822].) |
|
|
(Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan pengamat politik dari Australia Max Lane pada acara launching dan diskusi Tabloid Pembebasan (Politik Rakyat Miskin) yang diselenggarakan oleh Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP - PRD) di Jakarta Media Center (JMC), Jakarta, 11 Juli 2002. [TEMPO/ Arie Basuki; K12A/116/2003; 20030220].) |
|
|
|
|
|