Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

GAM: Aceh Bagian dari Indonesia
Senin, 11 Juli 2005 | 20:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Para pemimpin Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Swedia memutuskan Aceh tetap menjadi bagian dari Indonesia. Hal ini dijelaskan Juru Bicara GAM, Bachtiar Abdullah, kepada AFP, Senin (11/7).

Selama perundingan di Swedia akhir pekan lalu, perwakilan pemerintah RI dan pemimpin GAM membuat keputusan menyerahkan sepenuhnya kedaulatan kepada rakyat Aceh untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Perundingan damai sendiri terus dilakukan untuk mengakhiri konflik dengan catatan Aceh tidak memisahkan diri dari Indonesia. Pemerintah Indonesia dan pemimpin GAM akan melakukan pertemuan informal terakhir minggu ini di Helsinki. Kedua pihak optimis konflik selama tiga dekade terakhir akan dapat diselesaaikan.

Bachtiar juga menyebutkan GAM ingin memiliki partai politik lokal di Aceh. Hal ini ditolak oleh pemerintah Indonesia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri minggu lalu menjelaskan pemerintah RI dapat menerima anggota GAM menempati jabatan di Pemerintahan Daerah Nangroe Aceh Darussalam. Namun SBY juga menegaskan partai politik lokal yang berada di Aceh adalah partai politik nasional yang memiliki perwakilan di daerah.

Ami Afriatni

Dari Arsip Majalah TEMPO
Tempo, 21 Oktober 1972 | 07 Pebruari 2005
Menabur Damai Setelah Bencana | 31 Januari 2005
Perang No, Damai Yes | 31 Januari 2005
Melepas HDC, Menggaet CMI | 31 Januari 2005
Berbagai Jalan Menuju Helsinki | 31 Januari 2005
Darurat Sipil Bukan Solusi bagi Aceh  | 29 Juli 2002
Presiden Tak Harus Melaporkan Kinerjanya?  | 22 Juli 2002
Yang Bertumbuh Setelah Bencana | 17 Januari 2005
Peristiwa 2 Mei di Aceh (2)  | 24 Mei 1999
Kasus Aceh (1)  | 24 Mei 1999
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes SIRA dengan spanduk bertuliskan Dutch must to withdraw declaration of war to kingdom of achenes di kedutaan besar/ kedubes Belanda, Jakarta, 28 Maret 2001 [Koran TEMPO/ Hariyanto.; K1A/025/2001; 20010417]. Spanduk anti militer pada protes warga Aceh yang menuntut agar Pemerintah segera menyelesaikan kasus pembantaian rakyat Aceh dan menarik TNI dan POLRI dari Aceh, di depan kantor PBB Jakarta, Senin 24 April 2000. [Bernard Chaniago/Tempo; 20000424]
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

GAM Terima Opsi Otonomi Khusus
11 Partai Dukung GAM Boleh Ikut Pilkada
Dijajaki, Pertemuan Formal RI-GAM
Tujuh Orang Tewas Dalam Kontak Senjata TNI-GAM
Masyarakat Aceh Minta TNI-GAM Gencatan Senjata
DPR Kritik Panglima TNI Soal GAM
TNI Belum Akan Menarik Pasukan dari Aceh
Anggota DPR: DPR Tidak Minta Perundingan Dihentikan
Wapres Bantah Internasionalisasi Perundingan GAM
Presiden Optimis Perdamaian Terwujud di Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Operasi Militer di Aceh
Bersemilah Damai di Aceh
Empat Tahap Resolusi Konflik
Komisi Kebenaran $ Rekonsiliasi
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
Keppres RI No. 2 Tahun 2004 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh Lhokseumawe
UU RI No. 18 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai Propinsi NAD
> selengkapnya...

Website

Gerakan Aceh Merdeka
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Tiga Pria Tewas Karena Minuman Keras
Paus Benediktus XVI Malu dan Minta Maaf di Australia
Pembunuh Rahmat “Be A Man” Terlacak Lewat Ponsel Rampasan
Pembunuh Waria Pemenang Kontes "Be A Man" Tertangkap
Guru Warga Amerika Ditemukan Membusuk di Hotel

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data