Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Batasi Jam Siaran Televisi dan Radio
Senin, 11 Juli 2005 | 18:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Komunikasi dan Informasi telah meminta pembatasan jam siaran bagi seluruh stasiun radio dan televisi. Ini sebagai bagian dari upaya gerakan penghematan energi.

"Kami ingin mereka ikut berbagi dengan adanya kesulitan yang menimpa bangsa. Lagipula tengah malam tidak banyak pemirsanya," ujar Menteri Komunikasi dan Informasi, Sofyan Djalil saat dihubungi Tempo, Senin (11/7).

Ia mengaku belum dapat memberikan kepastian waktu pemberlakuan hal ini. Alasannya, "Saat ini sedang dibahas. Mungkin mulai malam ini atau besok."

Menurut Menteri, pemberhentian siaran akan berlaku mulai dari jam 01.00 hingga jam 05.00 pagi untuk hari biasa. Sedangkan untuk hari puasa, katanya, pemberhentian siaran akan dilakukan pukul 01.00 hingga 03.00 pagi.

Ia memperkirakan perlakuan ini akan berjalan paling tidak dalam enam bulan ke depan. "Sampai melihat perkembangan harga minyak," ujarnya.

Soal berbagai kontrak yang telah disepakati stasiun radio dan televisi dengan beberapa perusahaan, menurutnya, pemerintah memberi pengecualian. Semua kontrak yang sedang berjalan, kata dia, tetap diperbolehkan dilanjutkan. Rinaldi D Gultom

Dari Arsip Majalah TEMPO
Harga Minyak, Bukan Sekadar Asumsi APBN | 11 April 2005
Surat Pembaca | 04 April 2005
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
Ramai-ramai Ganti Posisi | 04 April 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Dilema Pemain Baru | 21 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Menyumbat Kebocoran Minyak | 21 Maret 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Harga Solar Industri Segera Naik
Antre Bensin di Sepanjang Pagaralam-Lahat
Presiden Tunda Lawatan ke Luar Negeri Karena BBM
Presiden Minta Masyarakat Menengah ke Atas Hemat Energi
DPRD Minta Penyelundupan BBM ke Timor Leste Dicegah
Hari Pertama Gerakan Penghematan, Para Menteri Tampil Tanpa Jas
Masyarakat Palangkaraya Keluhkan Pemadaman Lisrik
Agung: Berhentikan Pejabat Tak Mampu Atasi Kelangkaan BBM
Minyak Tanah Langka di Depok
Pemerintah Belum Akan Naikkan Harga BBM
> selengkapnya...


Referensi

Kota-kota Mulai Lumpuh
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Dukun Usep Dieksekusi Regu Tembak di Lebak
DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data