|
GAM Terima Opsi Otonomi Khusus
Senin, 11 Juli 2005 | 17:19 WIB
TEMPO Interaktif, Stockholm:Gerakan Aceh Merdeka (GAM) akhirnya bersedia menerima opsi bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Masyarakat Aceh berhak menentukan nasibnya sendiri dalam kerangka NKRI," kata juru bicara GAM Bakhtiar Abdullah dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (10/7).
Hal ini merupakan hasil dari pertemuan antara GAM dan perwakilan berbagai elemen masyarakat Aceh yang berlangsung di Lidigo , Swedia pada 9 dan 10 Juli. Pertemuan ini terselenggara atas prakarsa Olof Palme International Center.
Dalam pertemuan tersebut, GAM mengungkapkan komitmennnya untuk melanjutkan perundingan damai dengan pemerintah Indonesia, sehingga tercapai suasana demokratis di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. "Sekaligus terbentuknya partai politik lokal dalam sistem otonomi," tegasnya Bakhtiar.
Kedua pihak menyepakati satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah Aceh hanyalah melalui meja perundingan. Meski, kata Bakhtiar, terdapat beberapa pihak yang masih terus memaksakan operasi militer dalam penyelesaian tersebut. Sita Planasari A
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
![Murid Sekolah Menengah Umum (SMU) berseragam pramuka menyambut kedatangan Menko Politik dan Keamanan, Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Sosial, Bachtiar Chamsyah dengan membawa bendera kertas merah putih di desa Seunuddon , Aceh Utara, Sabtu, 7 Juni 2003. [TEMPO/ Rully Kesuma; Digital Image; 20030901].](/hg/photostock/2005/02/15/s_RK03061560_high_thumb.jpg) |
|
|
| Penyambutan Kedatangan Menko Polkam di Aceh
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|