|
Presiden Minta Masyarakat Menengah ke Atas Hemat Energi
Senin, 11 Juli 2005 | 15:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat kelas menengah ke atas untuk melakukan penghematan energi. Sebaliknya rakyat kecil yang selama ini sudah hidup dalam kondisi pas-pasan tidak perlu ikut menghemat. “Karena memang saya tahu sudah menghemat. Saya berterima kasih pada mereka," ujarnya, Senin (11/7).
Penghematan ini, katanya, dilakukan mengingat karena Indonesia sudah dicap sebagai bangsa yang boros. Jika masyarakat kelas menengah-atas turut menghemat, kata Presiden, penggunaan energi bisa dihemat sebesar 5-10 persen.
Konsumsi energi naik secara drastis karena kegiatan ekonomi yang semakin baik, seperti bergeraknya industri dan transportasi yang semakin meningkat. Soal Inpres tentang Hemat Energi yang mulai diberlakukan hari ini, kata Presiden, harus ditindaklanjuti oleh para gubernur dan bupati/walikota. Sebab, para kepala daerah yang mengetahui bagaimana perkembangan daerahnya.
Yudhoyono mengatakan, pemerintah tidak akan terburu-buru memutuskan segala hal, termasuk menaikkan harga minyak. "Karena itu jangan ada spekulasi menaikkan harga minyak," katanya. Menurut dia, saat ini pemerintah lebih memikirkan solusi berdasarkan kondisi terbaru.
Dia sendiri mengaku langsung memantau segala sesuatunya mengenai perkembangan situasi kelangkaan bahan bakar tersebut. Setiap enam jam, katanya, dia diberitahu secara lisan perkembangan terakhir, sementara setiap hari laporan tertulis diberikan, termasuk hari ini, oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro. Yophiandi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|