Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Relawan Asing Diminta Taati Jam Malam
Senin, 11 Juli 2005 | 13:48 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Kepala Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh dan Nias Kuntoro Mangkusubroto meminta para relawan asing yang bekerja di Aceh menaati aturan jam malam yang diberlakukan untuk mereka.

Permintaan itu terkait aksi penembakan terhadap dua relawan asing di Aceh yang masing-masing terjadi pada akhir Juni dan 7 Juli lalu.

"Kami ingatkan, bagaimanapun di beberapa tempat di Aceh ini masih ada konflik. Jadi mereka harus berhati-hati dan menaati jam-jam mereka tidak boleh bergerak khususnya di daerah rawan," ujar Kuntoro kepada wartawan, Senin (11/7).

Ia khawatir aksi penembakan terhadap para relawan asing akan mengganggu proses rekonstruksi Aceh. Itu sebabnya, ia meminta para pihak bersenjata di Aceh tak mengganggu para relawan.

Sebelumnya, sejumlah lembaga swadaya masyarakat meminta pemerintah membentuk tim pencari fakta untuk mengusut pelaku penembakan terhadap relawan asing.

Direktur Koalisi NGO Hak Asasi Manusia Aceh Jehalim Bangun mengatakan, tim pencari fakta dibutuhkan sebagai bentuk keseriusan pemerintah untuk memberi jaminan keamanan bagi pekerja kemanusiaan di Aceh.

"Ini sekaligus mencegah aksi saling tuding dari aparat pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka selaku pihak bersenjata di Aceh," kata Jehalim.

Menurut Jehalim, penembakan terhadap relawan asing merupakan upaya menciptakan kesan keamanan Aceh tidak stabil sekaligus mengisolasi Aceh dari dunia internasional. "Ini berbahaya sekali bagi proses rekonstruksi Aceh," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Aceh Judicial Monitoring Institute, Rufriadi, meminta BRR Aceh selaku pihak yang terkait langsung dalam proses rekonstruksi untuk menjamin keamanan para relawan. Namun menurut Kuntoro, yang punya wewenang soal keamanan adalah polisi dan TNI.
Yuswardi A. Suud


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Relawan Asal Belanda Kembali Beraktivitas
Setelah Ditembak di Aceh, Relawan Belanda Ingin Pindah ke Nias
Giliran Relawan Asal Belanda Tertembak Di Aceh
AS Bantu 400 Juta US$ untuk Rekonstruksi Aceh - Nias
Relawan PBB Meninggal di Aceh
Dana Rekonstruksi Aceh US$ 2,8 Miliar
Diizinkan Impor Kayu Untuk Rekonstruksi Aceh
AS Hikam : Saya Percaya 100 Persen Integritas Kuntoro
Pemerintah Mungkin Tambah Dana Buat TNI di Aceh
Rapat DPR Bahas Aceh Ricuh
> selengkapnya...


Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tiga Pria Tewas Karena Minuman Keras
Paus Benediktus XVI Malu dan Minta Maaf di Australia
Pembunuh Rahmat “Be A Man” Terlacak Lewat Ponsel Rampasan
Pembunuh Waria Pemenang Kontes "Be A Man" Tertangkap
Guru Warga Amerika Ditemukan Membusuk di Hotel

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data