Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Belum Dipastikan Asbestosis di Palembang Kasus Pertama di Asia Tenggara
Minggu, 10 Juli 2005 | 01:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, I Nyoman Kandun tak bisa memastikan apakah kasus asbestosis di Palembang sebagai kasus pertama di Asia Tenggara.

"Kita belum tahu informasinya, nanti akan kita cek di lapangan. Mungkin anda dapat menghubungi lagi lusa," tukas Nyoman kepada Tempo. Direktur Epidemiologi dan Kesehatan Matra, Yusharmen pun berpendapat senada.

Kedua tokoh itu menanggapi temuan penderita asbestosis di Palembang, Syaiful Anwar (60 tahun). Oleh LBH Kesehatan diklaim kasus itu sebagai yang pertama di Asia Tenggara.

Yusharmen menjelaskan penularan penyakit asbestosis adalah melalui pernapasan. "Orang dapat terjangkit penyakit ini melalui nafas yang dihiru. Orang tersebut menghirup debu asbes sehingga masuk ke paru-paru," ujarnya.

Ketika partikel-partikel dari debu asbes mengendap dalam paru-paru, kata dia, dapat menimbulkan berbagai penyakit, antara lain paru-paru basah.

Menurut Nyoman penyakit ini dapat diderita oleh orang yang bekerja di pabrik asbes. "Penyakit ini biasanya terjangkit pada orang yang memotong asbes atau bekerja pada pabrik asbes, sehingga serpihan seratnya terhirup," katanya.

Karena itu, sejumlah negara telah melarang penggunaan asbes untuk perumahan maupun pabrik. Namun nyoman menegaskan tidak berarti orang yang rumahnya menggunakan asbes pasti terkena asbestosis.

Nyoman bahkan sempat heran ketika diinformasikan bahwa Syaiful diduga terkena asbestosis karena bekerja membersihkan arsip dan dokumen yang penuh debu di daerahnya. "Kok bisa ya dengan pekerjaan membersihka arsip terkena penyakit itu. Nanti akan kita lihat dulu," kata Nyoman terheran-heran. Yudha Setiawan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Palembang Diduga Terkena Asbestosis
Penderita Kaki Gajah Ditemukan di Klaten
Muntaber Akibat Orson dan Es
Gratis, Pengobatan dan Perawatan Penderita Muntaber
Menko Kesra: Tata Ulang Penderita Muntaber
Ratusan Pasien Muntaber Penuhi Puskesmas Sepatan
Belasan Warga Meninggal Karena Muntaber
Kurang Yodium, 127 Warga Wonogiri Mengidap Kretin
50 Ribu Anjing di NTT Belum Divaksinasi
400 Warga Aceh Utara Terserang Malaria
> selengkapnya...


Referensi

Perang
Polio Impor di Sukabumi (II)
Polio Impor di Sukabumi

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Dukun Usep Dieksekusi Regu Tembak di Lebak
DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data