|
Setelah Ditembak di Aceh, Relawan Belanda Ingin Pindah ke Nias
Sabtu, 09 Juli 2005 | 13:57 WIB
TEMPO Interaktif, Medan:Marije Mellegers, relawan asal Belanda yang ditembak orang tak dikenal di Desa Krue Kluet, Kecamatan Kuta Fajar, Aceh Selatan dua hari lalu menyatakan keinginan tetap tinggal di Indonesia dan melaksanakan misi kemanusian. Namun, ia minta lokasi tugas dipindah dari Aceh ke Nias.
Dia masih betah dan tetap ingin bergabung dengan kami hingga kontraknya berakhir 4 bulan lagi, ucap Azmiati Zuliah rekan Marije dari Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) yang duduk disampingnya ketika mobil mereka berondong tembakan.
Menurut Azmiati saat ini ada opsi yang ditawarkan pemerintah Belanda tentang kelangsungan keberadaan Marije di Indonesia; bertahan atau tidak di Aceh. Ternyata, Marije menyatakan ingin ke Nias. Ke Aceh trauma, tandas Azmiati mengalami luka kecil ditangan kanannya akibat insiden tersebut.
Kondisi Marije sendiri saat ini semakin membaik dan masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Gleneagles, Medan. Marije sendiri sudah bisa menerima pengunjung, seperti perwakilan dari konsulat Belanda, aparat keamananan dan perwakilan keluarganya. Hanya wartawan saja yang tidak boleh menemuinya. Azmiati mengatakan belum ada kabar apakah orangtua Marije akan datang ke Indonesia.
Dalam kesempatan ini Azmiati ingin meluruskan pemberitaan media massa yang mengatakan Marije mengalami luka tembak hingga tembus di kakinya. Yang benar ia terkena serpihan peluru di betis kanan dan tangan kanannya ucap Azmiati. Hambali Batubara
INDEKS BERITA LAINNYA :
|