Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Giliran Relawan Asal Belanda Tertembak Di Aceh
Jum'at, 08 Juli 2005 | 15:23 WIB

TEMPO Interaktif, Medan:Seorang relawan asing yang tergabung dalam Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA), Marije Mellegert (24) asal Belanda tertembak di dalam mobilnya di daerah Kota Fajar sekitar pukul 22.00 WIB, Kamis 7/7. Maria, begitu dia biasa disapa, mengalami dua luka tembak yang tembus di betis kanannya.

Saat kejadian, dia baru saja selesai melaksanakan misi kemanusian untuk anak-anak tsunami Aceh dan Nias, di Meulaboh, Aceh Barat. Azmiati Zuliah, rekan Maria yang duduk disampingnya menuturkan, saat itu mereka sedang dalam perjalanan pulang ke Medan setelah melaksanakan tugas di Melauboh.

Karena tidak dapat tiket pesawat, Maria dan 7 rekannya memutuskan menempuh jalur darat ke Medan dengan menggunakan mobil kijang kapsul. Maria saat itu duduk ditengah, di balik pintu kanan mobil, dibelakang sopir.

Sesampainya di Pos Polisi Kota Fajar sekitar pukul 21.30, mereka diberhentikan aparat untuk diperiksa kelengkapannya. Saat itu seorang serdadu menanyakan kenapa ada wanita bule didalam. Kenapa yang bersangkutan berani menempuh jalur darat. Polisi tersebut kemudian berpesan agar hati-hati dan selalu menjaga keselamatan wanita bule tersebut sembari meminta uang pungutan sebesar Rp 20.000.

“Sepanjang perjalanan, kami harus memberi uang ke setiap pos penjaga yang besarannya sekitar Rp 20.000,“ ucap Azmiati.

Insiden penembakan, lanjutnya, terjadi sekitar 1 km setelah pos polisi di dekat sebuah jembatan. Azmiati memperkirakan terjadi sepuluh kali letusan peluru yang memecahkan kaca dan menembus pintu mobil. Mereka pun tiarap. “Setelah tembakan selesai, saya lihat Maria meringis kesakitan dan kaki kanannya berdarah,” ucap Azmiati.

Jumat siang 8/7, Maria menjalani perawatan di RS Gleneagles Medan. “Kondisinya semakin membaik. Dia tidak shock lagi” ucap Azmiati.

Pada 22 Juni, relawan IFRC (International Federation Of Red Crosssal) Eva Young, juga ditembak oleh orang tak dikenal saat melaksanakan misi kemanusiaan di Lamno, Aceh Jaya. Hambali Batubara dan Bambang Soed


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

AS Bantu 400 Juta US$ untuk Rekonstruksi Aceh - Nias
Relawan PBB Meninggal di Aceh
Dana Rekonstruksi Aceh US$ 2,8 Miliar
Diizinkan Impor Kayu Untuk Rekonstruksi Aceh
Pemerintah Mungkin Tambah Dana Buat TNI di Aceh
DPR Pertanyakan Dana Jatah Hidup dan Rumah Sakit Jiwa untuk Aceh
ICW: Pertanggungjawabkan Sumbangan Untuk Aceh
Aceh Kekurangan 1.300 Bangunan Sekolah
ILO Bantu Pengangguran Aceh untuk Mencari Kerja
Polri Akan Kawal Relawan di Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data