Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Prosesi Pernikahan Putra Yudhoyono Dimulai
Kamis, 07 Juli 2005 | 15:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menempelkan bleketepe (anyaman daun kelapa) di pintu gerbang utama rumahnya, Puri Cikeas Indah, Bogor. Ini bagian dari prosesi pernikahan putra sulungnya, Letnan Satu Agus Harimurti, dan Annisa Larasati Pohan.

Presiden menaiki tangga dari besi alumunium berlapis karpet biru pada sekitar pukul 13.15 Wib. Ia memegang anyaman daun kelapa berukuran sekitar 60 X50 cm dan mencantolkannya di tengah janur kuning yang saling bertaut. Dalam prosesi ini, ia didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan anak keduanya, Edi Baskoro.

Ibu Negara mengenakan seragam atasan biru dan batik coklat. Yudhoyono dan Edi mengenakan blangkon biru. Usai memasang bleketepe, Presiden membuka tandan pisang raja berbalut kain kuning keemasan di kedua sisi gerbang. Ini menyimbolkan harapan agar kedua mempelai jadi tauladan serta raja yang bijaksana. Acara singkat ini dipandu dalam dwibahasa, Indonesia dan Jawa.

Sesaat setelah rombongan masuk ke rumah, datang rombongan dari calon menantu. Mereka membawa air siraman dalam kendi kecil keperakan di atas nampan. Rombongan sekitar delapan orang ini mengenakan seragam merah dan bawahan batik.

Air siraman ini ditujukan sebagai simbol penyucian mempelai lelaki dan wanita. Air siraman untuk mempelai lelaki adalah sisa air siraman dari perempuan pada pagi harinya.

Selama acara berlangsung terdengar alunan gending Jawa. Tenda berukuran besar berdiri di samping rumah, dengan warna dominan biru putih. Di rumah tepat di depan rumah Yudhoyono, juga didirikan tenda dengan warna yang sama. Sejumlah kursi disediakan untuk tamu yang datang. Terlihat mantan Panglima Kostrad Prabowo Subianto.

Di dua pintu gerbang rumah Yudhoyono berdiri dua pintu dilengkapi detektor logam. Sejumlah petugas bersiaga mengenakan baju batik dan celana berwarna gelap. Menurut buku undangan, para tamu berasal dari Lemhannas, Departemen Pertahanan, TNI, dan keluarga dekat tuan rumah. Jumlahnya diperkirakan sekitar 500-700 orang. Budiriza

Dari Arsip Majalah TEMPO
Neraca atau Manajemen Bobrok | 07 Maret 2005
Mau Naik Terang-Benderang | 28 Pebruari 2005
Dilema SBY | 28 Pebruari 2005
Skenario yang Berubah | 21 Pebruari 2005
Cabut Subsidi Demi Rakyat Miskin | 14 Pebruari 2005
Memilih Djoko, Menerima Ryamizard | 14 Pebruari 2005
Ekonomi Setelah 100 Hari | 14 Pebruari 2005
Surat Pembaca | 07 Maret 2005
Perlu Undang-Undang Kementerian Negara | 07 Pebruari 2005
Bayangan Atas Nama | 07 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Makan Malam Tertutup di Rumah Wakil Presiden
Presiden Tinjau Persiapan Resepsi Pernikahan Putranya
Ketika Awak PPD Menunggu Ketemu Presiden
Presiden: Utamakan Keluarga
Petani Tolak Penyuluh Pertanian Swakarsa
Pro Kontra Bintang Asia Yudhoyono
Yudhoyono Stars of Agenda Setters Asia
Presiden Yudhoyono Terima Kunjungan PM Polandia
Presiden,"Jangan Disebar-sebarkan Kabar BBM Mau Naik Lagi."
Hatta Radjasa : Presiden Sudah Tahu dan Prihatin
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kejaksaan Persilakan KPK Ambil Alih Kasus BLBI
Cabut Berkas, Saksi FPI Mengaku Diintimidasi Polisi
Massa Wahid Juga Tidak ke Kantor Komisi Pemilu Nganjuk
Lembaga Perlindungan Saksi Minta Dilantik Presiden
Calon Legislator Aceh Memulai Uji Baca Quran

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data