Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kwik Menilai Oposisi PDIP Tak Jelas
Selasa, 05 Juli 2005 | 16:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kwik Kian Gie menilai pilihan sikap oposisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan belum jelas. "Yang mau dioposisi apa? Wong mereka tidak tahu persoalannya," kata politikus Partai Banteng itu seusai menjadi pembicara pada sarasehan "Membangun Demokrasi untuk Rakyat" di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (5/7).

Menurut Kwik, langkah oposisi seharusnya diwujudkan dalam tindakan-tindakan yang disesuaikan dengan persoalan. Lalu, kata dia, jabarkan pada masalah seperti busung lapar, bahan bakar, dan sebagainya.

Langkah yang harus ditempuh, Menurut Kwik, mempertanyakan kepada pemerintah mengenai suatu masalah agar menjadi jelas. "Kalau pemerintah menutup, ya gunakan hak angket," tambahnya.

Adapun Gerakan Pembaruan PDIP yang dimotori Roy B. Janis dan mengambil sikap oposisi terhadap pengurus pusat PDIP, menurut Kwik, tidak memiliki prospek. Harun Mahbub

Dari Arsip Majalah TEMPO
Surat Pembaca | 11 April 2005
PDI Perjuangan Pangkat Dua | 11 April 2005
Semua Orangnya Taufiq Kiemas | 04 April 2005
Mimpi yang Terkubur di Bali | 04 April 2005
Sebaiknya Mega Tak ke Pemilu Presiden | 04 April 2005
Sebuah Kabinet Prerogatif | 04 April 2005
Setelah Mega dan Guruh Berpelukan | 04 April 2005
Opera Sabun Kongres Partai Banteng | 04 April 2005
Memodernkan Si Moncong Putih | 28 Maret 2005
Melorot Kuasa Mbak Mega | 28 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cap jempol darah dan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap Megawati oleh pendukung Megawati di jl. Agus Salim, Jakarta tahun 1999 [Tempo/ Rini PWI; 29d/377/99; 2000/05/16]. Pawai kampanye pendukung PDI Perjuangan dengan mobil dan bendera koalisi PDI P, PAN, PPP di sekitar Pancoran , Jakarta tahun 1999  [Tempo/ Rully Kesuma; 27d/155/99; 2000/05/16].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Fraksi PDI-Perjuangan : Kasus Trisakti di Komisi III Saja
Pelantikan Cabang ke103 Gerakan Pembaruan PDI-P
Partai Golkar Tumbang di Sulawesi Utara
PDI Perjuangan Jatuhkan Sanksi pada Calon Walikota Solo
Megawati Kampanye di Bitung : Tak Mematok target
Megawati Kumpulkan Calon Kepala Daerah se Jawa
Gerakan Pembaruan Adukan Mega ke Polisi
"Gerakan Pembaruan" Ajukan Gugatan Perdata, Senin
Pergantian Roy Dkk di DPR Dibahas Selasa
Penggantian Roy Dkk di DPR Tunggu Proses Hukum
> selengkapnya...


Referensi

Kisah Para Penantang yang Terpental
Guruh Sukarno Putra: Saya Bukan Antek Siapa pun
Menanti Guruh Menantang Mega
UU No. 31/2002 tentang Partai Politik
UU No. 2/1999 tentang Partai Politik

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Pembangunan Taman Ayodya Molor
Persib Kalah, Bobotoh Rusuh di Siliwangi
Dede Jusuf Anggap, Kerusuhan Tak Bisa DIhindari "
Persib Takluk Di tangan Persija
Penjualan Selama IIMS 2008 akan Capai Rp 2 Triliun

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data