|
Polri Tetapkan 11 Tersangka Terorisme
Selasa, 05 Juli 2005 | 15:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Markas Besar Kepolisian RI, Selasa (5/7), menetapkan 11 dari 17 aktivis Islam yang ditangkap pekan lalu menjadi tersangka tindak pidana terorisme. Mereka diduga terlibat kasus peledakan bom di beberapa wilayah Indonesia.
Belasan orang itu juga dituduh memberi senjata pada dua buron utama kasus terorisme, yakni Dr. Azahari dan Noor Din M. Top. Dari jumlah itu, dua orang ditangkap di Polda Metro Jaya dan sembilan ditangkap di Solo, Wonogiri, dan sekitarnya.
Tersangka yang ditangkap di Jakarta berinisial IH alias RL alias AA alias RI alias RB. Ia dituduh berperan membawa detonator untuk Azahari dan Noor Din dalam aksi peledakan bom di Kedutaan Besar Australia, 9 September 2004. Seorang tersangka lainnya EK alias AH alias AN diduga berperan membawa TNT untuk mendukung peledakan bom Kuningan.
Sembilan orang yang ditangkap di Solo adalah:
1. UP alias IP alias OSM alias RK alias UU alias TS, diduga berperan menyembunyikan dan menyiapkan bahan peledak.
2. DC alias YS, dituduh berperan memiiki rangkaian elektrik dan komponen untuk bahan pembuat bom
3. JT alias HR alias JE, diduga berperan menyediakan tempat untuk persembunyian Azahari dan Noor Din.
4. JT alias JK alias GD alias AT, dituduh berperan menyediakan alat tranporasi
5. JS alias JK, dituduh berperan memasok dana.
6. MI alias BI, disangka berperan menyembunyikan Azahari dan Noor Din, serta membantu kegiatan operasi peledakan bom.
7. HS alias AT
8. HM alias BB alias AN alias TJL alias DA buron Polda Sulawesi Tenggara dalam kasus pembunuhan Jaksa Ferry Silalahi.
9. FP alias AD alias WW alias NN adalah buron Polda Sulawesi Tenggara dalam kasus pembunuhan Jaksa Ferry Silalahi.
Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Soenarko menyatakan, polisi belum mengaitkan dua orang buron Polda Sulawesi Tengah itu terlibat pada kasus tindak pidana terorisme. "Meski demikian, penyidikan masih terus kami lakukan," kata Soenarko pada wartawan.
Untuk enam aktivis lainnya yang ditangkap, kata Soenarko, penyidikan lanjutan terus dilakukan. Sehari sebelumnya, Mabes Polri mengaku telah menahan 17 orang karena diduga terlibat aksi terorisme di Indonesia. Erwin Dariyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|