Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Komnas HAM : Wiranto Mengatakan 14 Orang Itu Sudah Meninggal
Jum'at, 01 Juli 2005 | 23:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mendukung pemecahan kasus penghilangan paksa orang tahun 1997-1998. "Kami sedang bikin hari ini (Jumat, 1/7) secepatnya kami kirimkan,"ujar Ketua Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara, di Jakarta, saat menemui keluarga 14 korban yang hilang yang datang dengan Solidaritas Rakyat untuk Keadilan.

Surat itu untuk meminta bantuan presiden. "Mohon Presiden mau membantu Komnas HAM menghadirkan bawahannya (para saksi kunci yang hingga panggilan ketiga tidak hadir),"ujar Hakim. Ini dilakukan karena Komnas HAM belum bisa memecahkan kebuntuan soal perbedaan persepsi mengenai azas retro aktif dan nebis in idem yang jadi alasan Badan Pembinaan Hukum TNI menolak panggilan para jenderal yang diminta datang memberi informasi.

Babinkum TNI meminta anggota TNI yang masuk dalam daftar saksi pemberi keterangan soal kasus itu, tidak memenuhi panggilan Komnas HAM. Kepada dua orang tim Ruswiyati Suryasaputra dan Samsudin yang ditemuinya di sebuah hotel di Jakarta, salah satu saksi kunci, Jenderal Wiranto, mengakui perbedaan persepsi ini membuatnya tidak bisa memenuhi panggilan tim Komnas HAM tersebut.

Selain itu, secara paralel, Komnas HAM meminta bantuan pengadilan mengeluarkan surat untuk memanggil secara paksa para jenderal yang sampai pemanggilan ketiga tidak juga hadir. Para jenderal itu diantaranya adalah Jenderal Wiranto, Letjen Prabowo Subianto, dan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin.

Selain itu, surat pengadilan itu untuk memerintahkan kepada aparat yang mengetahui lokasi penahanan saat penghilangan paksa terjadi untuk memberikan akses ke tempat-tempat tersebut kepada tim Komnas HAM. Pemanggilan paksa ini bisa dilakukan sesuai Undang-Undang No 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Samsudin mengaku masih menunggu pertemuan dengan Komisi Hukum DPR untuk membantu menjernihkan persoalan antara Komnas HAM dengan Babinkum TNI. Mengenai hal ini, Wakil Ketua komisi Akil Mochtar menyatakan, penjelasan Komnas HAM bisa dilakukan saat melaporkan hasil penyelidikannya di depan anggota DPR. Setelah itu, dari laporan tersebut, DPR yang merekomendasikan untuk dilakukan penyidikan oleh Kejaksaan Agung. "Dari situ (proses penyidikan) Kejaksaan Agung bisa memanggil mereka," ujarnya.

Menurut Samsudin, pertemuan antara Wiranto dengan dua anggota tim beberapa waktu lalu akan menjadi catatan dalam laporan tersebut. Dalam pertemuan, Wiranto mengatakan 14 orang tersebut sudah meninggal. "Tapi kami tidak sampai diberitahu dimana saja makam mereka," ujarnya. Namun, katanya, tim tetap membutuhkan keterangan mantan Panglima ABRI tersebut secara formal.

Menurut Samsudin, tim sudah mendapatkan keterangan dari para korban yang ditangkap dan kemudian kembali. "Mereka mengenali suara rekan-rekan mereka yang belum kembali," ujarnya. Hal itu diketahui karena umumnya, mereka adalah aktifis yang kenal satu sama lain. "Ada yang hobi nyanyi Widuri dan itu didengar saksi korban yang kembali, itu si A," ujar Samsudin tanpa mau menyebutkan nama korban dan temannya itu.

Tim juga menelusuri makam Leonardus Gilang Nugroho, satu dari 14 orang yang hilang. "Makam itu, terletak di Sarangan, Madiun, Jawa Timur,"katanya.

Yophiandi

Dari Arsip Majalah TEMPO
Sulit Mengungkap Aktor Intelektual Pembunuhan Munir | 04 April 2005
Pesan Jepang di Pintu Selatan | 28 Maret 2005
TNI Pasca- Ambalat | 28 Maret 2005
Mi-17 Tak Mendarat di Gedung Bundar | 28 Maret 2005
Memori yang Terlupakan | 14 Maret 2005
Mencari Wamang di Sela Grasberg | 07 Maret 2005
Terjepit Dua Seteru Capitol Hill | 07 Maret 2005
TNI dan IMET | 07 Maret 2005
Menutup Sejarah Kelam Masa Lalu | 21 Pebruari 2005
Skenario yang Berubah | 21 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tengkorak dan tulang korban peristiwa Tanjung Priok bernama Tukimin di Mengkok Sukapura, RSCM Jakarta 7 September 2000.[TEMPO/Awaluddin R; 31D/299/2000; 2000/11/18].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001022-038 Barisan pati ABRI pada perayaan ulang tahun Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/ HUT ABRI di lapangan parkir timur Senayan, Jakarta, 5 Oktober 1996 [ TEMPO/ Riri; R1A/352/1996; 20010323].
Korban Peristiwa Tanjung Priok
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Usman Hamid : Kaji Ulang Rekomendasi Pansus DPR Tepat
Fraksi PDI-Perjuangan : Kasus Trisakti di Komisi III Saja
Musim Culik Nongol Lagi
Panglima TNI Ingin Segera Diganti
200 Anggota TNI di Kalsel Dapat Kartu Pemilih
Kedatangan Komnas HAM Disambut Demo
Hakim Binsar : Pengulangan Pengadilan Tingkat Pertama Tidak Lazim
Pertemuan Kedua di Rumah Jenderal Wiranto
Yayasan Pembawa 10 Anak Nias Dinilai Ceroboh
DPR Sarankan Komnas HAM Panggil Paksa Tiga Jenderal
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Kekuatan TNI AL
Kepres RI No. 77 Thn.2003 Tentang Komisi Perlindungan Anak Indonesia
Kepres RI No. 42 Thn.2003 Tentang Honorarium Bagi Anggota Komisi Nasional HAM Dan Tunjangan Ketua Dan Wakil Ketua Komisi Nasional HAM
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Imparsial
TNI
TNI Angkatan Darat
TNI Angkatan Udara
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pembangunan Taman Ayodya Molor
Persib Kalah, Bobotoh Rusuh di Siliwangi
Dede Jusuf Anggap, Kerusuhan Tak Bisa DIhindari "
Persib Takluk Di tangan Persija
Penjualan Selama IIMS 2008 akan Capai Rp 2 Triliun

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data