Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ironis, Sudah Diterima di UGM Ternyata Tak Lulus UAN
Jum'at, 01 Juli 2005 | 15:30 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Sedikitnya 12 orang yang sudah diterima sebagai calon mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), ternyata tidak lulus dalam Ujian Akhir Nasional (UN) di tingkat SMA. Jumlah itu kemungkinan akan terus bertambah, sebab belum semua yang tidak lulus UAN tapi lolos tes di UGM, melapor ke panitia penerimaan mahasiswa baru.

"Jumlah mereka besar kemungkinan bertambah. Karena angka 12 itu adalah mereka yang telah melapor ke panitia di UGM," kata Kepala Humas UGM Suryo Baskoro kepada Tempo, Jumat (1/7).

Pada pertengahan April 2005, UGM menggelar seleksi penerimaan lewat Ujian Masuk UGM di sembilan kota di Indonesia. Peserta ujian itu adalah siswa-siswa kelas III SMA, Madrasah Aliyah maupun SMK. Syarat mengikuti, hanya rapor kelas I, II dan III. Hasil ujian masuk UGM telah diumumkan 4 Juni 2005.

"Jadi saat Ujian Masuk itu, mereka belum lulus. Tapi kalau sekarang mereka ternyata tidak lulus Ujian Nasional di SMA-nya, kami tetap memberi kesempatan untuk menjadi mahasiswa UGM," kata Suryo.

Bagi calon mahasiswa UGM yang diterima lewat jalur Ujian Masuk UGM, batas akhir daftar ulang adalah 5 Juli 2005. Tapi khusus bagi mereka yang tidak lulus ujian nasional di SMA-nya, kata Suryo, masih diberi kesempatan sebab di SMA masih ada ujian susulan atau ujian ulangan pada Agustus nanti.

"Jika ternyata tidak lulus, maka secara otomatis mereka gagal menjadi mahasiswa UGM sebab salah satu syarat daftar ulang adalah ijazah atau tanda kelulusan," kata Suryo. Syaiful Amin

Dari Arsip Majalah TEMPO
Konversi 'Bukan untuk Konsumsi Publik'  | 21 Juni 2004
Demi Target, Nilai Disunat  | 21 Juni 2004
Ujian Negara 1986, Pokoknya Lulus | 11 Januari 1986
Tindak Pidana Sontek | 25 Juli 1992

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Siswa-siswi SMP melakukan aksi corat-coret di pakaian seragam dan rambut setelah pengumuman hasil EBTANAS di kawasan Puncak, Jawa Barat  tahun 2000 [TEMPO/ Robin Ong; 30d/093/2000; 2000/06/14]. Suasana Ujian Ebtanas di sekolah swasta favorit (SMA Santo Petrus), Pontianak [TEMPO/ Zed Abidien; 25C/147/88; 20010528].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

50 Persen Siswa Menengah Aceh UtaraTak Lulus
15 Ribu Siswa SMP/SMA di Surabaya Tak Lulus UAN
Mahasiswa UGM Protes Kenaikan Biaya Semester Pendek
634 SD Jakarta Barat Menyelenggaran Ujian Akhir
Tidak Ada Alasan Pungut Biaya Ujian Nasional
Kampus UGM Dituntut Bebas Rokok
Badan Standar Nasional Pendidikan Tinjau Ujian Akhir
UGM Tunda Pengumuman Seleksi Mahasiswa
Mendiknas Larang Sekolah Pungut Biaya UN
PTN Belum Bisa Mulai Sistem Dua Tahap
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Website

Departemen Pendidikan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tol Penjaringan-Kebun Jeruk Selesai Juni 2009
Cuaca Hari ini Didominasi Awan dan Hujan
Hari Pencoblosan, NTB Libur
Presiden Buka PON XVII Malam Ini
Presiden Resmikan PLTU Milik Dahlan Iskan

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data