Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kinejar Lambat, Tim Penyidik Kasus Perbankan Diganti
Kamis, 30 Juni 2005 | 01:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampdisus) Hendarman Supanji menyatakan dirinya akan merevitalisasi tim penyidik kasus-kasus perbankan. Tak hanya merevitalisasi jaksa penyidik kasus-kasus perbankan, kalau perlu dia juga akan me-reorganisasi tim itu. Ia merasa merasa tim yang ada selama ini terlalu lambat dalam bekerja.

“Mestinya bisa lari 100 km/jam, tapi ini kok hanya 10 km/jam,” katanya saat dihubungi Tempo, Rabu (29/6) malam. “Ibarat sopir, saya merasa mobil ini mobil tua, karena itu tak bisa ngebut,” imbuhnya.

Hendarman mencontohkan lambatnya penyidikan kasus dugaan korupsi Bank Mandiri dan Lativi. Ia mempertanyakan sekaligus mengeluhkan kinjera tim penyidik yang baru menetapkan seorang tersangka untuk kasus dugaan korupsi oleh Lativi. “Lambat sekali,” keluhnya.

Hendarman mengungkapkan beberapa alasan mengapa tim penyidik itu bekerja tak sesuai harapan masyarakat.
“Alasannya macam-macam. Yang utama karena SDM lemah. Termasuk di antaranya yakni rendahnya disiplin, integritas pribadi, dan profesionalisme,” katanya.

Ia tak menyebut detil nama-nama penyidik dalam tim baru yang sedang diusulkan kepada Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Mereka umumnya berasal dari daerah, seperti Nusa Tenggara Timur. Riau, dan Ponorogo (Jawa Timur). “Saya mintanya 25, yang disetujui 10, sekarang masih dibahas Jaksa Agung,” katanya. Jojo Raharjo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Timtastipikor Butuh Dukungan Pengadilan yang Bersih
Kejaksaan Sudah Kantongi Tersangka Korupsi PLN
Dugaan Korupsi di Telkom Masuk Penyidikan
Kejaksaan Tak Akan Periksa Pejabat yang Berhaji
Kasus Bank Mandiri Diserahkan ke Komisi 11 DPR
Bank Indonesia Kekurangan Pengawas dan Pemeriksa
Menkeu: Pengembalian Kredit Seret Tidak Bisa 100 Persen
Neloe dan Kawan-kawan Kembali Diperiksa
Sudwikatmono Belum ke Luar Negeri
Dirut Lativi Jadi Tersangka Kredit Macet Mandiri
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data