Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Solar di Bangka Belitung Rp 5.500 perliter
Rabu, 29 Juni 2005 | 22:52 WIB

TEMPO Interaktif, Mentok:Harga eceran bahan bakar minyak (BBM), terutama solar di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali melonjak. Memasuki pekan terakhir Juni 2005, harga solar di pengecer mencapai Rp 5.500/ liter

Solar yang dijual dalam kemasan jeriken isi 20 liter,
oleh pedagang pengecer kini dijual dengan harga Rp
90.000 - Rp. 110.000/ liter. Sepekan sebelumnya masih
dijual dengan harga Rp 80.000 - Rp 85.000/ jeriken isi
20 liter. "Harga solar naik, karena kami sulit mendapatkannya di SPBU, kalau ada harus antri lama sekali,"kata Mustofa, warga Mentok.

DI SPBU Jalan Sudirman, Mentok , antrean kendaraan
sudah memacetkan jalan dan panjangnya sudah
mencapai ratusan kendaraan, kebanyakan truk. Tidak hanya mobil, di dalam SPBU sendiri, ribuan jerigen yang dibawa pemiliknya dengan motor memenuhi halaman SPBU.

Untuk menghindari kemacetan banyak kendaraan dari arah
Pangkal Pinang yang akan menuju pelabuhan
penyeberangan menuju Palembang harus mencari jalan
tikus agar tidak terjebak macet di Jalan Sudirman.
"Dua hari lalu saya terjebak hampir tiga jam,"kata
Adang salah seorang sopir travel .

Langkahnya, solar juga terlihat di sepanjang jalan dari
Kecamatan Kelapan ke arah Mentok, di pinggir-pinggir
hutan puluhan jerigen kosong dipasang dan di atas
sebuah karton bertulis Rp 90 ribu. Jika anda bersedia
menjual solar di tanki kendaraan anda, mereka mau
membeli solar dengan cara disedot, sebanyak 20
liter. Dan mereka akan menjualnya kembali dengan
harga Rp 110.000.

Melambungnya harga solar karena banyak Tambang
Inkonvensional (TI) yang tersebar di Kepulauan Babel,
mereka menggunakan solar sebagai bahan bakar untuk
pompa isap mencari timah. Sehari, menurut Sumadi, seorang penambang timah, membutuhkan 4 jerigen solar. Karena mesin isap harus dihidupkan terus menerus.

Pejabat Bupati Kabupaten Bangka Barat, Huzarni Rani menerbitkan surat keputusan yang menetapkan harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku sejak 2 Mei 2005, HET solar adalah Rp. 3.000/liter.

Arif Ardiansyah

Dari Arsip Majalah TEMPO
Harga Minyak, Bukan Sekadar Asumsi APBN | 11 April 2005
Surat Pembaca | 04 April 2005
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Dilema Pemain Baru | 21 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Menyumbat Kebocoran Minyak | 21 Maret 2005
Hari Purnomo Meminta Pemeriksaan Dihentikan | 21 Maret 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Biaya Pokok Pembuatan BBM Rp 29 Triliun
Kelangkaan BBM Masih Terjadi
Pemerintah Siapkan Tiga Kebijakan Hemat BBM
Kapal Mau Selundupkan Solar ke Filipina Ditangkap
Ada Usulan Penghapusan Pajak Buat Avtur
Jusuf Kalla : Kenaikan Harga Minyak Bukan Akibat Menterinya
BBM Kembali Langka di Medan
Pemerintah Akan Kenakan Pajak Progresif Mobil Pribadi
Pemerintah Akan Bayar Utang Rp 10 Triliun ke Pertamina
Subsidi BBM Cair Senin
> selengkapnya...


Referensi

Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data