Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Perbatasan Wilayah Indonesia Rapuh
Rabu, 29 Juni 2005 | 16:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Penasihat Himpunan Masyarakat Peduli Transmigrasi Indonesia (HMPTI), Siswono Yudhohusodo menyatakan kawasan perbatasan di wilayah Indonesia sangat rapuh. Contohnya, ketika pesawat Amerika Serikat melewati Pulau Bawean, tidak minta ijin kepada Indonesia. "Kalau dibiarkan terus menerus maka Indonesia akan dilecehkan," katanya dalam acara debat publik tentang wilayah perbatasan Indonesia, Rabu (29/6).

Berdasarkan pengalaman, lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan adalah kesalahan dari Indonesia sendiri. "Malaysia waktu itu telah memutuskan satu perusahaan untuk mengelola pariwisata di Sipadan, sedangkan Indonesia hanya mengakaunya tidak mengelola. Nah, mahkamah internasional kemudian melihat secara de facto,"ujarnya.

Soal perbatasan di Blok Ambalat, menurut Siswono, Malaysia sekarang sudah mulai menyingkir jika ada kapal patroli laut di sana. Namun, diam-diam, saat ini Malaysia sedang memesan empat kapal selam dari Perancis dan dua pesawat roket. "Kita jangan senang-senang dulu sekarang, tapi harus tetap waspada dan menyiapkan langkah pengamanan berikutnya,"katanya.

Siswono menyarankan supaya pemerintah mempertegas letak wilayah Indonesia khususnya di perbatasan, secara hukum maupun politik. "Jangan sampai ada persepsi yang berbeda atau keliru antara Indonesia dengan negara yang berbatasan dengan kita,"ujarnya.

Data geografis menunjukkan luas wilayah RI, sebesar 8 juta kilometer persegi yang terdiri dari daratan seluas 1,9 juta kilometer persegi, dan laut seluas 5,8 juta kilometer persegi. Luas tersebut terdiri dari 17.500 pulau dan 9.634 diantaranya belum memiliki nama.

Rini Kustiani

Dari Arsip Majalah TEMPO
TNI Pasca- Ambalat | 28 Maret 2005
Memilih Jalan Damai | 21 Maret 2005
Wilayah Maritim Tidak Ditentukan oleh Lobi Perusahaan Minyak | 14 Maret 2005
Malaysia Tak Bersikap sebagai Tetangga Baik | 14 Maret 2005
Tsunami Lebih Ramai | 14 Maret 2005
Ganyang Malaysia, Selamatkan Siti Nurhaliza | 14 Maret 2005
Memburu Emas Hitam | 14 Maret 2005
Datuk, di Laut Kita Adu gertak | 14 Maret 2005
Adu Gertak di Ambalat | 14 Maret 2005
Stambul Ambalat | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina Fidel Ramos, Jakarta, 1993. [Setneg; 18D/190/1993; 20020521]. Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina Fidel Ramos, Jakarta, 1993. [Setneg; 18D/190/1993; 20020521].
Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina
Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Arroyo Mulai Digoyang Pembuhulan
Kapal Mau Selundupkan Solar ke Filipina Ditangkap
Arroyo Minta Maaf Tapi Menolak Mundur
Calon Anggota Komisi Kebenaran dan Persahabatan Diseleksi
Polisi Malaysia Tangkap Empat PSK Indonesia
Presiden : Kardinal Sin Dihormati Karena Menegakkan Demokrasi
Timor Tolak Pengadilan Internasional Kasus 1999
Presiden Temui Para Pejabat Filipina
Dua Sandera Bebas, Indonesia Tolak tebusan
Malaysia Hukum Perompak Asal Indonesia
> selengkapnya...


Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
Pulau-pulau kecil
ARMADA
Tumpang tindih lahan minyak
> selengkapnya...

Website

U.S. Department of State
United Nations (PBB)
Departemen Luar Negeri
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data