Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemantau Asing Dikabarkan Telah Masuk Aceh
Selasa, 28 Juni 2005 | 17:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota Komisi Pertahanan DPR Djoko Susilo mempertanyakan keputusan pemerintah yang mengizinkan pemantau asing masuk Nanggroe Aceh Darussalam. "Itu internasionalisasi Aceh," kata dia di gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (28/6).

Djoko mengatakan, pemantau asing masuk ke Aceh atas undangan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Surat ditandatangani pelaksana tugas Sekretaris Wakil Presiden Asril Noor. "Seharusnya keputusan itu menunggu presiden atau setidaknya meminta pertimbangan Departemen Luar Negeri," katanya.

Dikatakannya, surat undangan untuk pemantau asing itu dikirim pada 5 Juni lalu. Saat itu, kata dia, tim perunding pemerintah bahkan belum kembali dari Helsinki, Finlandia, tempat perundingan putaran keempat dengan Gerakan Aceh Merdeka digelar. Presiden Yudhoyono dan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda pun sedang melawat ke luar negeri.

Secara terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla justru mengatakan, pembentukan tim monitoring untuk penyelesaian Aceh baru akan dibentuk setelah kesepakatan dengan GAM tercapai. "Ini sedang dipelajari sistemnya," kata dia seusai makan siang bersama duta besar negara-negara Uni Eropa di rumah Duta Besar Belanda.

Duta Besar Belanda Ruud Treffers mengatakan, pembicaraan soal tim monitoring juga masih terlalu dini. Menurutnya, ini baru akan layak dibahas setelah tercapainya kesepakatan antara pemerintah dan GAM. Purwanto/Budiriza

Dari Arsip Majalah TEMPO
Perang No, Damai Yes | 31 Januari 2005
Melepas HDC, Menggaet CMI | 31 Januari 2005
Berbagai Jalan Menuju Helsinki | 31 Januari 2005
Surat Pembaca | 01 Desember 2003
Perjalanan Panjang Ferry Santoro  | 17 Mei 2004
Siasat Baru Menjepit GAM | 17 November 2003
Perpanjangan tanpa Evaluasi | 10 November 2003
Belum Tentu Angin Baik untuk TKI  | 10 November 2003
Tindakan Terukur untuk Mitra Setara  | 27 Oktober 2003
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Tentara Nasinonal Indonesia (TNI) dari Batalyon 330 Linud Kujang Bandung yang akan diberangkatkan menuju Nangroe Aceh Darussalam (NAD) di pangkalan laut Kolinlamil Jakarta, 24 Mei 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040524].
Tentara Batalyon 330

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Aceh Bukan Persoalan Internasional
RI-GAM Bertemu Kembali Juli
RI-GAM Sepakati Sejumlah Hal
Indonesia-GAM Belum Capai Kesepakatan
Panglima TNI: Ada Peningkatan Jumlah GAM
Kontak Tembak di Aceh Utara
Pemerintah Minta Swedia Tetap Cegah Tiro dkk Pimpin Pemberontakan
Kejaksaan Swedia Hentikan Penyidikan Pemimpin GAM
Kepala Desa Dibebaskan, 45 Anggota Keluarga GAM Dilepas
RI Tolak Permintaan Hak Veto dari GAM
> selengkapnya...


Referensi

Pemeriksaan Hasan Tiro
Operasi Militer di Aceh
Bersemilah Damai di Aceh
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Website

Departemen Pertahanan
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data