|
FPDI-P: Proyek Polri Cikeas Belum Masuk Anggaran 2005
Minggu, 26 Juni 2005 | 14:24 WIB
TEMPO Interaktif, Solo
:Fraksi PDI Perjuangan DPR RI mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyelidiki pembangunan Pusat Pelatihan Multifungsi Polri di Cikeas. Sebab, sarana dan prasaraa tersebut belum jelas sumber pendanaannya.
Ketua FPDI Perjuangan Tjahjo Kumolo yang juga anggota Komisi Pengawas Keuangan Non Bank DPR mengaku tidak mengetahui adanya perencanaan anggaran pada APBN 2005 untuk membangun sarana dan prasarana tersebut.
"Saya mendapatkan informasi kalau pengerjaan proyek tersebut, biayanya masih ditanggung sepenuhnya oleh kontraktor dan supplier karena memang tidak ada
anggaran untuk itu," ungkapnya kepada Tempo di Solo, Minggu (26/6).
Ia mengaku tidak mempermasalahkan proyek seluas 52.212 tersebut sepanjang pembangunannya melaksanakan tertib anggaran. Namun, tanpa perencanaan anggaran sebelumnya, dia khawatirkan pemerintah akan melakukan fait accompli kepada DPR untuk mengucurkan anggaran proyek tersebut nantinya. Akibatnya, tidak ada pengawasan penggunaan uang negara.
"Polri memang memiliki anggaran, tetapi masalahnya apakah pembangunan pusal latihan di Cikeas itu masuk dalam anggaran tahun 2005 ini atau tidak. Jangan sampai, setelah proyek itu jadi anggarannya baru diajukan. Karena itu, FPDIP mendesak agar KPK dan BPK turun tangan untuk melakukan pemeriksaan," tegasnya.
Sebelumnya, Juru bicara Polri Irjen Pol Aryanto Boediharjo mengatakan bahwa proyek Cikeas tersebut sudah masuk dalam daftar isian proyek anggaran 2005. Menurut dia DPR sudah mengetahui rencana pembangunan proyek tersebut. Imron Rosyid
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|