|
TKW Asal Indonesia Masuk Terus ke Baghdad
Sabtu, 25 Juni 2005 | 06:25 WIB
TEMPO Interaktif, Baghdad:Tenaga kerja wanita asal Indonesia terus memasuki ibukota Irak. Semenjak pemilihan umum usai di Irak, gelombang tenaga kerja Indonesia kebanyakan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, semakin deras.
Menurut sumber TEMPO di Baghdad, pekan lalu ada tiga tenaga kerja Indonesia yang masuk ke Baghdad dan mencatatkan diri ke imigrasi setempat. Mereka itu; Kaniah binti Darum, lahir di Indramayu, asal paspor Jakarta Timur keluar tahun 2004 berakhir 2009 ; Jumroh binti Mohamad, lahir di Indramayu, paspor berlaku mulai 2004 sampai 2009 ;dan Patmawati binti Yasin, hadir di Sumbawa, paspor dikeluarkan di Jakarta Timur dengan masa berlaku 2004 sampai 2009.
Semua tenaga kerja asal Indonesia itu masuk dari Yordania. Nomor telepon agen pengerah tenaga kerja Indonesia yang mengirim ke Irak, berada di Yordania, Al-Thuraya Home Establishment tak bisa dihubungi Tempo dari Jakarta. Orang Irak menyukai tenaga kerja asal Indonesia, pertama karena muslim dan tidak kasar. Kedatangan mereka melengkapi sekitar 400 tenaga kerja wanita yang ada di negeri seribu satu malam itu.
Sebelumnya dua tenaga kerja Indonesia di Baghdad lari dari majikannya. Seorang TKW yang mengaku tinggal di Cikutra Bandung, Jawa Barat,s sempat berbicara dengan Tempo melalui telepon. Tapi kemudian terputus dan tak bisa dihubungi lagi. Beberapa hari setelah itu Tempo kembali menelepon, orang kepercayaan perwakilan RI di Baghdad, Walid Gathak, mengaku sudah memulangkan kembali tenaga kerja itu ke majikan masing-masing. Katanya para pembantu itu cuma merasa bosan berada di dalam rumah terus dan ingin melihat-lihat kota Baghdad.
Beberapa hari setelah itu, sumber Tempo di Baghdad juga menemui dua tenaga kerja asal Indonesia di kantor Imrigrasi. Seorang mengaku dari Cirebon dan yang satu lagi dari Purwakarta. Mereka mengaku bernama Ningsih Karim dan Diah dikirim oleh PT. Lingga dari Condet, Jakarta Timur ke Yornadia. "Kami berdua berangkat dari Jordan pakai GMC bertiga sama sopir, tapi sebelum kami ada banyak yang berangkat duluan, tapi karena mobilnya tidak cukup, jadi kami berdua menyusul kemudian,"kata Ningsih sambil cengengesan.
Selain sumber Tempo saya berjumpa staf dari Partai Mu'tamar Watani pimpinan Ahmad Chalabi, sedang memperpanjang izin tinggal pembantunya asal Indonesia. "Karena izin tinggalnya habis. Kami tahu tentang Indonesia itu dari pembantu kami,"katanya.
Ahmad Taufik
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
 |
| Protes Menuntut Perlindungan Bagi TKI
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|