|
Zaenal Maarif :Politisi Harus Bisa Mencegah Massa
Jum'at, 24 Juni 2005 | 20:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Massa yang mengaku mendukung Zainudin M.Z. menyerbu kantor Partai Bintang Reformasi (PBR) kubu Zaenal Ma’arif, Jumat (24/6). Massa yang berjumlah sekitar 200-an datang sekitar pukul 14.15 WIB, berteriak-teriak di luar pagar dan mencabuti bendera. Mereka juga meminta plang identitas PBR yang dipasang di depan kantor untuk diturunkan. "Aksi berlangsung sekitar 10 menit,"kata A. Zikri, keamanan kantor itu.
Keamanan kantor tidak mengijinkan mereka memasuki area kantor, namun bersedia mencabut plang identitas partai dan menyerahkan ke mereka sesuai yang dituntut. "Agar tidak terjadi keributan,"katanya.
Massa menumpang tiga metromini secara berjubel. Tak ada kerusakan berarti sesudah aksi itu. Jejak yang terlihat hanyalah, tidak ada lagi bendera-bendera lambang partai yang semula dipasang di pagar kantor. "Yang mencabutnya, massa,"kata Zikir. Massa meninggalkan lokasi setelah disuruh pergi oleh puluhan aparat kepolisian yang turut berjaga.
Sementara itu, kubu Zaenal tetap menyelenggarakan rapat dengan mengatasnamakan kepengurusan lama di Hotel Crown Plaza, yang dalam rencana sebenarnya akan dilaksanakan di Hotel Hilton. Menurut sekretaris jenderal, Miqdad Husein, pemindahan tempat dilakukan karena Hotel Hilton mendapat ancaman terkait penyelenggaraan acara tersebut. Keterangan Miqdad ini dibantah oleh Public Relation Director Hotel Hilton, Emeraldo Parengkuan, yang menyatakan tidak pernah ada ancaman. "Hanya pemberitahuan akan ada penggalangan massa,"katanya.
Menanggapi aksi serbuan ke kantornya, Zainal memberi komentar ringan, "Salahnya bendera apa, salahnya plang apa,"katanya seusai pertemuan. Dia meminta aparat kepolisian melakukan tindakan lebih lanjut agar kejadian tersebut tidak menjadi preseden buruk. Zaenal tidak akan membalas atau melakukan tindakan serupa. "Politisi harus bisa mencegah massanya melakukan kekerasan,"ujarnya.
Harun Mahbub Billah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|