Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

LSM: Draf Kurikulum Sejarah Mengandung Konspirasi
Kamis, 23 Juni 2005 | 15:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga swadaya masyarakat (LSM) menilai draf kurikulum mata pelajaran sejarah tahun 2004 yang sedang diujicobakan kepada siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas mengandung konspirasi.

“Untuk memutihkan eks-PKI dan neo-PKI,” kata Arukat Djaswadi, Ketua Center for Indonesian Communities Studies (CICS), usai rapat koordinasi pembahasan kurikulum sejarah, di kantor Menko Kesra Jakarta, Kamis (23/6).

Arukat menjelaskan, dalam draf tersebut terjadi penggelapan sejarah pada kurikulum karena tidak memuat pemberontakan PKI Madiun 1948 dan G 30 S/PKI 1965.

Arukat melihat konspirasi tersebut bertujuan agar eks-PKI dan neo-PKI memiliki justifikasi dan legitimasi yang lebih luas setelah UU No. 12 tentang Pemilu pasal 60 huruf g dicabut oleh Mahkamah Konstitusi.

“Hal ini terkait dengan tuntutan eks-PKI melalui LPR KROB yang diketuai Rubka Tjiptaning (anggota DPR Komisi IX dari Fraksi PDIP),” katanya. Arukat menyayangkan sikap DPR yang ternyata baru mengetahui bahwa di dalam draf kurikulum tersebut tidak dicantumkan pemberontakan G 30 S/PKI. “Setelah kami beritahu mereka baru mengetahui dan mulai ribut,” katanya.

Menko Kesra Alwi Shihab sendiri mendukung pencantuman kasus PKI di dalam draf kurikulum yang akan disempurnakan oleh BSNP. “Harus dipaparkan secara jelas. Itu gunanya BSNP, menghimpun tokoh-tokoh sejarah lalu disusun (kurikulum 2004). Jangan sampai ada fakta sejarah yang ditinggalkan,” kata dia.

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo menjelaskan, uji coba kurikulum sejarah selanjutnya akan dihentikan hingga BSNP mengeluarkan standar kompetensi untuk mata pelajaran sejarah. “Khusus untuk sejarah saja, mata pelajaran lain tetap menggunakan kurikulum 2004,” katanya.

ami afriatni

Dari Arsip Majalah TEMPO
Si Jenius yang Religius | 11 April 2005
Album | 28 Pebruari 2005
Berpacu Melawan Keterbatasan | 31 Januari 2005
Yang Bangkit di Bawah Tenda | 31 Januari 2005
Surat Pembaca | 24 Januari 2005
BP-7 Tetap Ada  | 27 Oktober 1998
Menghafal itu Ketinggalan  | 27 Oktober 1998
Berjuang di Negeri Orang  | 06 Oktober 1998
Sekolahnya di Tangerang, Gelarnya Asing  | 06 Oktober 1998
Dari Karawaci Memborong Medali | 20 Desember 2004
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana sekolah Pelita Harapan di Karawaci, Tangerang , 11 Mei 2001 [ Koran TEMPO/ Bodi CH; K2A/70/2001; 20010629 ]. Suasana melihat hasil Sipenmaru/ UMPTN di Senayan, Jakarta [TEMPO/ Rini PWI; 3d/486/91; 2001/05/23].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Tetap Pakai Kurikulum Sejarah 1994
PKI Sudah Tak Ada Dalam Buku Kurikulum Sekolah
Janji Surga Presiden Yudhoyono
19 Persen Anak Usia Sekolah Putus Sekolah
Lulusan SD Hanya 60 Persen di SMP Negeri DKI
Bohong, Biaya SD-SMP Gratis
Gedung Sekolah di Kota Bekasi Memprihatinkan
Mahasiswa Unsoed Tolak Rektor Baru
Penyimpangan Dana Block Grant Dilaporkan ke Polisi
Sekolah Terima Titipan Akte Calon Siswa
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data