|
Kesiapan Pesawat Tempur TNI AU Hanya 40 Persen
Kamis, 23 Juni 2005 | 14:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyampaikan, kesiapan pesawat tempur skuadron TNI Angkatan Udara hanya sekitar 40 persen. Angka itu ia nilai jauh di bawah angka minimal untuk kesiapan operasional pertahanan udara.
Menurut Juwono, dalam jangka pendek kondisi ini akan coba dikurangi dengan menghidupkan kembali beberapa pesawat yang sudah ada. "Secara umum (kondisinya) masih memprihatinkan," ujar Menteri Pertahanan di sela-sela kunjungan kerja ke Pangkalan Udara Iswahyudi, Madiun, Kamis (23/6).
Menteri Pertahanan disertai Dirjen Strategi Pertahanan Mayor Jenderal Dadi Susanto, Dirjen Sarana Pertahanan Marsekal Muda Pieter Watimena, dan Dirjen Potensi Pertahanan Laksamana Muda Darmawan,. Mereka melihat secara langsung kondisi skuadron udaraTNI Angkatan Udara.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertahanan secara langsung mendapatkan paparan tentang persiapan operasional oleh Komandan Pangkalan Udara Iswahyudi Marsekal Pertama Imam Syafaat. Beberapa pesawat tempur diparkir di hanggar yakni pesawat F-5, pesawat F-16, dan pesawat NK-53.
Kemudian dilanjutkan meninjau skuadron teknik 042 yang merawat dan memperbaiki pesawat-pesawat tempur yang rusak. Beberapa pesawat tempur seperti F-5, A-4 Skyhawk, F-16 diotak-atik oleh para teknisi TNI AU.
Imam Syafaat memberikan keterangan pada Menhan bahwa pesawat-pesawat itu merupakan jenis pesawat yang terkena dampak embargo senjata oleh Amerika. Akibatnya, ketika rusak belum bisa diperbaiki karena suku cadangnya harus dibeli dari Amerika. Para teknisi AU pun menyiasatinya dengan menambah suku cadang seadanya sehingga mampu memperpanjang usia pesawat.
Menurut Menhan, pesawat-pesawat yang ?nongkrong? itu akan dihidupkan kembali dalam enam bulan sampai satu tahun mendatang. Agus Supriyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|