|
Presiden Meminta Rakyat Berhemat
Rabu, 22 Juni 2005 | 17:22 WIB
TEMPO Interaktif, Pontianak: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak rakyat melakukan gerakan penghematan di seluruh Tanah Air.
"Pemerintah akan segera mencari langkah yang tepat dan cepat untuk mengatasi masalah BBM dan listrik," kata Presiden dalam pertemuan dengan para gubernur se-Kalimantan di Pontianak, Rabu (22/6).
Presiden juga meminta para gubernur dan jajaran di bawahnya melakukan penghematan di wilayah masing-masing. Ajakan itu terkait dengan kelangkaan bahan bakar minyak dan pasokan listrik di beberapa wilayah Indonesia. Presiden mengatakan, ia akan mengadakan rapat membahas masalah ini segera setelah kembali ke Jakarta, Kamis (23/6).
Presiden mengakui, memang ada masalah dana pembelian BBM. Pemerintah harus mengeluarkan subsidi BBM hingga Rp 78 triliun. Dengan harga minyak dunia yang mencapai US$ 58 per barel, kata Presiden, subsidi itu tentu makin berat buat pemerintah.
Presiden juga merespons berita tentang korupsi. Menurut Presiden, rakyat tidak perlu gusar melihat masih maraknya tindak pidana korupsi karena pemerintah konsisten memberantasnya.
Presiden mengatakan, ada tiga cara menghadapi korupsi. Pertama, mencegah terjadinya korupsi baru. Kedua, menindak tegas korupsi yang masih berlangsung. Ketiga, meminta para koruptor mengembalikan dana yang mereka larikan kepada negara. Wicaksono
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|