|
Perekrutan Anak Asal Daerah Bencana Diawasi Ketat
Rabu, 22 Juni 2005 | 14:00 WIB
TEMPO Interaktif, Medan: Departemen Kesejahteraan Sosial berkewajiban mencegah perekrutan anak-anak di daerah bencana untuk dibawa ke tempat lain. Langkah yang ditempuh, yaitu dengan melibatkan lembaga swadaya dalam negeri maupun internasional yang peduli akan pencegahan praktek perdagangan anak.
Menurut Avrinaldi, Kepala Subidang Pelayanan Sosial Departemen Kesejahteraan Sosial, pihaknya juga membentuk tim advokasi yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
"Intinya, kasus ini (pengiriman anak tanpa dilengkapi dokumen) tidak terulang kembali," katanya di Medan, Rabu (22/6).
Dia menjelaskan, sepuluh anak asal Nia yang baru saja tiba di Medan, besok akan diterbangkan ke Nias. Berangkat dari bandara Polonia sekitar pukul 13.00 dan diperkirakan sampai Bandara Bintana Gunung Sitoli pukul 14.00 WIB.
Anak-anak itu, katanya, bakal langsung dipertemukan dengan orang tuanya di di Desa Hili Sangawola, Kecamatan Mandrehe, 70 kilometer dari ibu kota Kabupaten Nias, Gunung Sitoli.
Kepala Unit V Satuan Reserse Anak dan Wanita Polda Metro Jaya Komisaris Sri Suwari menambahkan, proses penyelidikan pengiriman anak-anak itu masih abu-abu. "Saya tidak bisa menjelaskan kenapa itu abu-abu," ujarnya.
Yang jelas, kata dia, proses penyidikan tidak akan dihentikan tanpa kesimpulan akhir. Mengenai kemungkinan tindak pidana, dikatakannya, memang ada. "Tapi masih dalam proses penyidikan."
Hambali Batubara-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|