|
Berita terkait selengkapnya
Sapi Dan Manusia, Sama-Sama Lapar Sapi Dan Manusia, Sama-Sama Lapar(15 Januari 1977) Mereka Yang Kembali(23 Desember 1978) Sama Gondrongnya(06 April 1974) Utang Brengsek(30 Maret 1974) Untuk Anak Terlantar(30 Maret 1974) Stop, Ya!(09 Maret 1974) Pelayanan Kebawah(09 Pebruari 1974) Luar Sekolah Di Jawa Tengah(02 Pebruari 1974) Penjinakan Tak Serempak(16 Juni 1973) Giliran Swasta(12 Mei 1973) Bulgur Jadilah(06 Januari 1973) Dari Gelap Terbitlah Guru (19 Agustus 1972) Farjiyah Dengan Bismillah(05 Agustus 1972) Siapa Gelandangan & Pengemis ?(09 Oktober 1971) Hampir Semua Melaporkan Kelaparan(19 Mei 1979) Siapa yang mengejar Susi dan Iin ?(10 November 1979) Dengan enam titik ajaib(24 Januari 1981) Saya bukan singa betina(24 September 1983) Saya bukan singa betina(24 September 1983) Membenahi Departemen Sosial(24 September 1983) Cobaan buat menteri nani(23 Juli 1983) Bencana suburuh obok di kurima(01 Desember 1984) Pertanda itu makin kuat(25 Juli 1987) Promosi kembali ke mabes ABRI(18 Juli 1987) Terpilih menjadi presiden FIODS(18 Juli 1987) Penggantian ketua YLBI promosi(18 Juli 1987) Promosi(18 Juli 1987) Sri Prihatin namamu, 'nak ?(21 Pebruari 1987) Berkat dispensasi ibu menteri(21 Pebruari 1987) Agar munyuk tak tertawa(10 Agustus 1991) Ketembak sekali, rugi(10 Agustus 1991) Rabu malam yang ditunggu(23 Maret 1991) Pengosongan rumah sewa(16 Maret 1991) Korowai, suku baru?(16 Maret 1991) Pembetulan suku korowai(30 Maret 1991) Hati-Hati Merazia Pelacur(14 November 1992)
|