Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Timor Tolak Pengadilan Internasional Kasus 1999
Selasa, 21 Juni 2005 | 18:40 WIB

TEMPO Interaktif, Dili: Menteri Luar Negeri Timor Leste Jose Ramos Horta mengritik upaya Komisi Ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa yang merekomendasikan pengadilan internasional untuk para pelaku kejahatan kemanusiaan pada 1999.

"Komisi telah bekerja di luar term of reference, rekomendasi itu sangat tidak berhubungan dengan kenyataan sekarang," kata Horta kepada pers di Dili, Selasa (21/6).

Dia juga menyesalkan komposisi keanggotaan Komisi Ahli, yang menurutnya, hanya beranggotakan para profesor. Mereka, kata dia, sama sekali tidak memiliki pengalaman politik dan tidak memiliki pengalaman di bidang pemerintahan.

"Karena itu rekomendasi mereka hanya akan jadi semacam acuan bagi mahasiswa di bangku perguruan tinggi, karena tidak berhubungan dengan kenyataan," kata peraih Nobel Perdamaian 1996 itu.

Menurut Horta, pemerintahannya sejak awal meragukan pembentukan komisi itu. Ia mengaku sudah pernah mengingatkan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan bahwa komisi pasti akan merekomendasikan pengadilan internasional.

Waktu itu, kata Horta, Annan berjanji untuk tidak terlalu mementingkan tugas komisi. Soal kemungkinan Komisi akan membawa rekomendasi kepada Dewan Keamanan PBB, Horta menyatakan, Komisi telah merusak hubungan baik antara Timor Leste dan Indonesia.

"Sebagai Menlu, saya orang pertama yang menyatakan tidak setuju bila rekomendasi Komisi Ahli dibawa ke Dewan Keamanan PBB," tuturnya.

Horta menyatakan, ribuan pelajar dan mahasiswa asal Timor Leste kini menimba ilmu di Indonesia. "Jika lantaran masalah ini, Indonesia meminta mereka kembali ke Timor Leste, saya akan menyuruh mereka untuk mencari LSM-LSM yang selama ini berteriak dan menuntut pendirian pengadilan internasional."

Sementara itu, utusan khusus Presiden Amerika Serikat untuk isu kejahatan perang, Piere Richard, tiba di Dili. Piere langsung berbicara dengan Uskup Diosis Dili Mgr. Alberto Ricardo.

Kepada wartawan seusai pertemuan, Uskup Ricardo mengatakan, gereja Katolik berpikir adalah cukup sulit untuk mendirikan pengadilan internasional bagi kasus 1999. Alexandre Assis


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

WNI Eksodus dari Dili ke Atambua
RI-Timor Akan Kembali Bahas Perbatasan
Menunggu Kontribusi Komisi Ahli PBB
Insiden di Perbatasan Timor Leste Serius
TNI Boikot Pertemuan Indonesia-Timor Leste
Tim Investigasi Penembakan Perwira TNI Tiba di Kupang
TNI AD Tak Tambah Kekuatan di Perbatasan Timor
Polisi Timor, Penembak Komandan Pasukan Perbatasan TNI
Insiden di Perbatasan Indonesia-Timor Leste
RI-Timor Leste Segera Bahas Perbatasan Laut
> selengkapnya...


Website

U.S. Department of State
United Nations (PBB)
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Warga Pakistan Aniaya Perempuan
Pemekaran Tidak Serius Bebani Keuangan Negara
Lightning Bolt
Presiden Akui Banyak Program Belum Tersosialisasi Luas
Zuma untuk Gwen Stefani

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data