|
Rekonstruksi Aceh Banyak Gunakan Kayu Ilegal
Senin, 20 Juni 2005 | 19:13 WIB
TEMPO Interaktif,
Banda Aceh:Frank Momberg, Direktur Pengembangan Program Fauna and Floura Indonesia (FFI) mengungkapkan, kayu hasil pembalakan liar banyak digunakan untuk proses pembangun rumah dalam rekontruksi di Aceh.
Dari hasil investigasi FFI, telah terjadi penebangan liar di kawasan hutan Aceh, seperti di Aceh Tenggara, Aceh Barat dan Aceh Jaya. Kayu-kayu itu umumnya digunakan untuk rekontruksi rumah masyarakat pasca tsunami.
“Banyak LSM-LSM asing dan lokal yang menggunakan kayu ilegal dalam rekontruksi Aceh,” katanya dalam konferensi pers di PP Café, Banda Aceh, Senin (20/06). Acara itu digelar guna sosialisasi menjelang konferensi hijau pada 21-23 Juni.
Hasil temuan FFI itu, telah dilaporkan kepada pihak kehutanan untuk mencegah terus terjadinya pembalakan liar. Tetapi Momberg mengakui hal itu akan sulit dihentikan. Ia menyarankan agar Izin Pemungutan Hasil Hutan Kayu nantinya harus dikelola oleh masyarakat, bukan oleh para pengusaha atau pejabat.
“Daripada buka HPH, bagusnya hutan dikembangkan oleh masyarakat secara berkelanjutan, semacam hutan kerakyatan,” sebutnya. Adi Warsidi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|