Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

GAPPRI Patok Harga Cengkeh Rp 30 Ribu/Kg
Jum'at, 17 Juni 2005 | 22:42 WIB

TEMPO Interaktif, Manado:Asosiasi beberapa perusahaan rokok di Indonesia, Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), mematok harga cengkeh minimal Rp. 30 ribu/kg. GAPPRI menyampaikan di hadapan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, saat kunjungannya ke Manado, Sulawesi Utara, Jumat (17/6) malam. Dalam pertemuan yang dihadiri pemerintah provinsi, tokoh-tokoh masyarakat, dan tokoh-tokoh agama di rumah dinas Gubernur Sulawesi Utara ini, GAPPRI juga menyatakan akan membeli sekitar 9.000 ton cengkih untuk musim panen yang dimulai Juli.

Jusuf Kalla, yang berkunjung ke provinsi ini dalam rangka memantau Pilkada, menyambut baik itikad GAPRI. Walau pun, harga minimal ini masih di bawah harga cengkeh di pasaran saat ini, yakni sekitar Rp. 32 ribu per kg. "Harga yang terlalu tinggi juga bisa memancing tindak penyelundupan,"kata Jusuf Kalla.


Secara terpisah, Djaelantik Mokodompit, anggota Komisi IV DPR RI, menilai apa yang dilakukan GAPPRI merupakan langkah yang cukup berani. Menurut anggota DPR RI dari Partai Gokar Sulawesi Utara ini, harga ini sudah menjadi jaminan bagi para petani cengkeh untuk tidak dipermainkan para tengkulak. "Kan, mekanisme pasar nanti bisa mendongkrak harga cengkeh lebih tinggi lagi,"
katanya.

Hal senada diungkapkan mantan gubernur yang juga Ketua Partai Golkar Sulawesi Utara, Adolf J. Sondakh. Memang, untuk memperoleh harga seperti pada 2001 yang mencapai Rp. 81 ribu per kg sangatlah sulit. Namun, Adolf berharap harga komiditas pertanian lain, seperti kopra yang jadi andalan daerah ini, dapat diupayakan pemerintah kenaikan harganya.

Ahmad Alheid

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), M Jusuf Kalla memberi keterangan pers perihal evaluasi pelaksanaan penyaluran dana konpensasi pengurangan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) 2000 dan 2001 di kantor Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Jakarta, 14/06/02. [TEMPO/ Bagus Indahono; K8A/114/2002; 20020701]. Suasana acara promosi rokok L&M produksi Philip Morris, Jakarta, 5 Juni 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K2A/015/2001; 20010629].
M Jusuf Kalla memberi keterangan pers
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wapres: BBM Langka Karena Kapal Terambat
Harga Eceran Naik, Industri Rokok Tak Terganggu
Wapres Tak Akan Buka Hotline SMS
Wakil Presiden Terima Ronaldo
Jusuf Kalla : Bukan Ganti Rugi, Tapi Ganti Untung
Kopi Petik Merah di Lampung
Kalla : Jangan Pilih Kepala Daerah Karena Asalnya
Wapres: Denda Karaha Bodas Mungkin US$ 100 Juta
Pemerintah Sambut Cemex yang Ingin Buka Pabrik Baru
Wapres Bantah Internasionalisasi Perundingan GAM
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
PP RI No.19 Thn.2003 Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data