|
Istana Bantah Presiden Akan Ikuti Ruwatan
Jum'at, 17 Juni 2005 | 13:35 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng membantah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (17/6), akan menjalani prosesi ruwatan di Masjid Agung Kota Solo.
Dikatakannya, Presiden Yudhoyono mengucapkan terima kasih kepada mereka yang mendoakan dirinya dan bangsa, termasuk dengan ruwatan. Namun, kata dia, Presiden tidak pernah memiliki rencana menjalani ritual itu.
"Kedatangannya Presiden ke Solo merupakan rangkaian kegiatan di Wonogiri untuk peresmian sarana air bersih," tuturnya di Solo, Jumat.
Paguyuban Pakuwon Surakarta pimpinan Bambang Saptono diberitakan akan meruwat Presiden. Alasannya, Yudhoyono lahir pada Jumat Kliwon, yang berada dalam "wuku bala" sehingga menyebabkan munculnya sejumlah bencana di negeri ini.
Menurut Andi, penanggulangan bencana alam lebih baik menggunakan akal. Misalnya, dengan menyiapkan teknologi seperti sistem peringatan dini. "Jadi tidak ada ruwatan semacam itu," ujarnya. Imron Rosyid
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40706_high_thumb.jpg) |
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|