|
Dibentuk, Tim Polwan Untuk Anak Korban Tsunami
Jum'at, 17 Juni 2005 | 11:51 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Kepolisian Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) bekerja sama dengan Organisasi untuk Kesejahteraan Anak PBB (Unicef) membentuk satuan khusus polisi wanita (Polwan) untuk menangani kasus-kasus kekerasan terhadap anak di sana.
Sebanyak 40 orang polwan telah menyelesaikan pelatihan mereka awal bulan ini. Sebanyak 50 orang tengah dipersiakan untuk melakukan kunjungan secara teratur ke pusat krisis Unicef.
Tugas para polwan itu adalah mencari data kasus kekerasan pelecahan terhadap anak di tenda-tenda penampungan. Agar memberi rasa aman bagi anak-anak, setiap berkunjung
tim yang terdiri dari empat polwan itu mengenakan seragam sederhana.
"Sekecil apapun konflik yang terjadi di tempat pengungsian, akan menjadi besar karena sulitnya kehidupan di sana," kata Lely Djuhari, juru bicara Unicef kepada AFP.
Dalam catatan Unicef, terdapat beberapa insiden termasuk kasus pedofili, perdagangan anak, pelecehan seksual dan kasus kekerasan terhadap anak. Meski banyak anak korban tsunami di Aceh tinggal dengan keluarga dan kerabat, kesulitan hidup di tenda meningkatkan kemungkinan kekerasan terhadap anak. Sementara itu, belum ada mekanisme preventive yang dapat dilakukan untuk mengurangi ancaman tersebut.
Namun banyak pihak yang merasa khawatir tugas mulia ini akan terganjal, karena ada kemungkinan para polwan ini dianggap sebagai mata-mata aparat. Hal ini dapat mempersulit mereka untuk membantu anak-anak di daerah yang menjadi basis GAM.
Meski banyaknya kekhawatiran yang timbul, satuan ini memberi harapan baru bagi para perempuan dan anak-anak yang membutuhkan pertolongan. "Kami ingin meminimalkan jumlah kasus kekerasan dan memberikan hak untuk anak dan perempuan sesuai hukum yang berlaku," ujar Letkol Nunung Priyatni. Sita Planasari A.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|