|
Dephan Lanjutkan Pengadaan Mi-17
Jum'at, 17 Juni 2005 | 06:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengungkapkan Dephan melanjutkan proses pengadaan helikopter Mi-17 setelah Mabes TNI AD menyerahkan pemenang tender pengadaan "capung besi" Rusia itu. Dirinya menerima besaran anggaran untuk pembayaran helikopter tersebut sesuai kesepakatan awal pemerintah dengan DPR.
"Prosesnya sudah berjalan," kata Juwono usai membuka seminar "Joint Maritime surveillance" di Jakarta, Kamis (16/6). Dephan saat ini sudah mengambil alih proyek pengadaan pesawat itu dari TNI Angkatan Darat setelah KSAD Jenderal Djoko Santoso menetapkan PT Esefa Krida sebagai pemenang tender pengalihan rekanan dari rekanan sebelumnya PT Putra Pobiagian Mandiri.
Melalui Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/101/V/2005 tanggal 2 Mei 2005 tentang penunjukan rekanan dalam rangka pengadaan Helikopter Mi-17-IV, dengan dana kredit ekspor tahun anggaran 2003 sebesar US$ 35,2 juta untuk enam unit heli. "PT Esefa Krida memenuhi hampir semua kualifikasi kami," ujarnya kepada Komisi I DPR, pekan lalu.
Menurut Djoko pelaksanaan tender TNI AD memegang teguh aturan yang berlaku. "Kami berprinsip hati-hati dan keputusan yang diambilpun adalah keputusan yang menguntungkan AD," kata dia.
Menhan mengakui Dephan terkena imbas dari keputusan masa lalu, sehingga mau tidak mau harus meneruskan proyek itu karena pesawat tersebut sangat dibutuhkan oleh TNI.
"Pesawat ini diperlukan terutama untuk pengamanan perbatasan, untuk kegiatan pasukan terutama diperbatasan Kalimantan," kata Juwono. Selain itu, lanjut dia, pesawat itu juga untuk meningkatkan daya tangkal terhadap pelanggar-pelanggar perbatasan.
Agus Supriyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|