|
The Wahid Institute Minta Guantanamo Ditutup
Kamis, 16 Juni 2005 | 18:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wahid Institute meminta Amerika Serikat menutup Teluk Guantanamo sebagai penjara bagi kelompok orang yang diduga terlibat dalam usaha teror. Direktur The Wahid Institute, Zannuba Arrufah Chafsoh Rahman Wahid menyampaikan hal itu kepada Duta Besar Amerika B. Lynn Pascoe, Kamis (16/6).
Pihaknya melihat telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia di tempat tersebut. Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu mencontohkan terjadinya penahanan orang-orang tanpa surat penahanan dan tanpa didampingi pengacara. Selain itu, menurut Yenny, begitu panggilan dia biasa disapa, di Guantamo juga terjadi pelanggaran kebebasan beragama.
Ia bertemu Pascoe selama 30 menit. Dalam pertemuan itu, tutur Yenny, Pascoe menyatakan ada dilema yang dihadapi pemerintahnya. Di satu sisi memang ada masalah pelanggaran hak asasi, tapi juga ada tuntutan agar pemerintah Amerika memberi keamanan pada masyarakat.
Terhadap aspirasi Wahid Institute, kata Yenny, Pascoe hanya bisa mengakomodasinya. "Memang dia tidak dalam kapasitas mengambil keputusan," ujarnya. Yophiandi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
![Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS), Ralph L Boyce memberikan kata sambutan dalam uji coba pemeriksa/ detektor sidik jari yang diluncurkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS di acara peragaan proses pemeriksaan visa biometrik di Kedutaan Besar (Kedubes) AS, Jakarta, Senin, 09 Februari 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040209]](/hg/photostock/2005/01/18/s_SM04020905_high_thumb.jpg) |
| Ralph L Boyce dan Azyumardi Azra
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|