|
Assegaf Kecewa Puteh Tak Koordinasi Tunjuk Pengacara Baru
Kamis, 16 Juni 2005 | 15:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: M. Assegaf, salah satu pengacara Gubernur Aceh (nonaktif) Abdullah Puteh mengakui, kliennya pernah berniat menunjuk pengacara muda yang masih memiliki hubungan saudara.
Namun, Assegaf mengaku sama sekali tidak mengenal Tengku Syaifuddin Popon, pengacara yang tertangkap ketika berusaha menyuap Wakil Ketua Panitera Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Syamsul Rizal, Rabu (15/6).
Kepada wartawan di Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (16/6), Assegaf mengaku kecewa karena Puteh tidak pernah berkoordinasi dengannya. Menurut dia, Popon sudah menyalahi etika dengan mengajukan memori banding tanpa sepengetahuan tim. "Kami ajukan banding, dia ajukan banding," kata Assegaf.
Dengan adanya dua pihak yang mengajukan banding, Assegaf menyerahkan masalahnya ke pengadilan tinggi. "Nanti kalau mengajukan kasasi, juga terserah Puteh mau menunjuk siapa," katanya.
Atas adanya kasus penyuapan ini, Assegaf dan pengacara Puteh lainnya menyatakan tidak bertanggungjawab. Anton Aprianto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
![Koordinator Sekretariat Program Kerja Petisi 50 Judilherry Justam (kanan) saat melakukan dengar pendapat dengan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Erry Riyana Hardjapamekas di kantor KPK, Jakarta, Rabu, 25 Pebruari 2004. [TEMPO/ Tommy Satria; K20A/488/04; 20040225]](/hg/photostock/2004/12/08/s_K20A48805_high_thumb.jpg) |
|
|
| Judilherry Justam, Erry Riyana Hardjapamekas, dll
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|