Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta Tarik Duta Besar Imron Cotan
Rabu, 15 Juni 2005 | 11:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia dikabarkan menarik duta besarnya di Australia, Imron Cotan, karena dianggap kurang bersahabat dengan tuan rumah. Sikap Imron juga dinilai tidak mencerminkan hubungan yang terus membaik antara Jakarta dan Canberra.

Harian Australia, The Sydney Morning Herald, hari ini melaporkan, Imron dinilai "menggerogoti" (hubungan kedua negara). Ia juga disebutkan tidak disukai oleh para pejabat kementerian luar negeri Australia.

Koran yang sama menulis, Presiden Yudhoyono yang bulan lalu melawat ke negara itu, ingin menempatkan utusan diplomatik yang lebih bersahabat di Canberra.

"Siapa pun yang menggantikannya," kata juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal dikutip oleh koran itu edisi Rabu (15/6), "dia harus menciptakan model baru hubungan kedua negara, terutama untuk mencerminkan hubungan erat antara Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri John Howard."

Belum ada pejabat Departemen Luar Negeri Republik Indonesia yang bisa dimintai konfirmasi soal ini. Juru bicara Marty Natalegawa dan Yuri Thamrin dikabarkan sedang berada di luar negeri.

Dino Patti Djalal juga belum bisa dihubungi untuk dimintai penjelasan ulang atas berita yang dimuat di The Sydney Morning Herald itu. AFP

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Presiden Soeharto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard  di Jakarta. [Dok TEMPO; Digital Image; 20040812] Menteri Pertahanan Australia, Robert Hill [TEMPO/Bambang Harymurti; Digital Image; 20021016]
Presiden Soeharto dan John Howard
Robert Hill
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Corby Minta Putusan Sela di Tingkat Banding
Australia Perbarui Travel Warning ke Indonesia
Indonesia-Australia: Pertukaran Tahanan Bersifat Umum
RI Siap Sepakati Pertukaran Tahanan dengan Australia
Menteri Luar Negeri :Kedubes dan Konsulat Tak Akan Ditutup
RI-Australia Kecam Teror Surat KBRI di Canbera
Kedutaan RI di Canberra Dinyatakan Aman
Kedutaan RI di Canberra Kembali Diteror
PN Denpasar Diteror Surat Berbau Menyengat
Polisi Masih Jaga Ketat Kedutaan Asing
> selengkapnya...


Referensi

UU Nomor 1 tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian Antara RI-Australia Mengenai Bantuan Timbal Balik Dalam Masalah Pidana

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data