|
Penderita Busung Lapar di Lombok 903 Orang
Rabu, 15 Juni 2005 | 10:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Jumlah penderita gizi buruk di Pulau Lombok sampai Selasa siang tercatat 903 orang. Sebanyak 21 di antaranya meninggal dunia.
Menurut Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Ferinata, jumlah balita penderia tersebar pada sembilan kawasan. Di Lombok Barat 235 kasus, Lombok Tengah 40 kasus, Lombok Timur 377 kasus, Mataram 41 kasus, Sumbawa Barat 35 kasus, Sumbawa 52 kasus, Dompu 65 kasus, Bima 20 kasus, dan Kota Bima 38 kasus.
Gubernur mengakui, Kejadian Luar Biasa busung lapar yang terjadi di daerahnya sangat kontradiktif dan ironis. Sebab, Provinsi NTB selama ini dikenal mengalami surplus beras.
Beberapa faktor menjadi penyebab mewabahnya penyakit ini. Di antaranya, tidak meratanya distribusi pangan yang dikonsumsi masyarakat. "Padahal surplus beras di Nusa Tenggara Barat mencapai 300 ribu ton," kata dia ketika menerima kunjungan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Farida Hatta, Rabu (15/6), di Mataram.
Faktor lainnya, kata Lalu, rakyat miskin di NTB mencapai 30 persen. "Ini jauh dari rata-rata angka kemiskinan nasional, yakni 14 persen," kata dia.
Selain itu, pola konsumsi masyarakat belum menggunakan konsep 3B yakni Bergizi, Berimbang, dan Beragam terutama bagi balita. Bahkan, kata Lalu, masyarakat yang cukup berpendidikan pun, tidak menyadari pola konsumsi yang benar.
Meutia Hatta mengatakan, kementeriannya meminta pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Dari enam bulan pertama hingga usia dua tahun, bayi masih diberikan ASI dan ditambah makanan tambahan.
Meutia datang bersama produsen susu Sari Husada yang memberikan bantuan susu dan biskuit sebanyak 6,5 ton di tiga daerah Mataram, Sumbawa Barat, dan Bima. Istiqomatul Hayati
INDEKS BERITA LAINNYA :
|