Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

UntukTangani kebakaran Hutan

Rusia Tawarkan Pesawat Amphibi Multiguna B-200
Selasa, 14 Juni 2005 | 16:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Irkut Corporation, perusahaan swasta produsen pesawat militer maupun sipil Rusia menawarkan pesawat jenis amphibi multiguna B-200 kepada Indonesia. Pesawat ini dapat digunakan dalam misi pemadaman kebakaran, SAR (search and rescue), maupun intai jarak jauh.

"Dalam rangka kerjasama Indonesia Rusia, menteri luar negeri kami pada Agustus tahun lalu mengusulkan proyek ini bisa diwujudkan di negara-negara Asia," kata Vladimir Stakov, Vice President Marketing Irkut Corp di kediaman Duta Besar Rusia, Selasa (14/6).

Kerjasama ini, lanjut dia, dikembangkan terutama untuk menanggulangi kebakaran hutan, mengawasi pengangkutan kayu ilegal dan pencurian ikan. Ia mengutip data Asian Development Bank bahwa Indonesia mengalami kerugian sekitar US$ 400 juta pertahun dari kerusakan hutan akibat kebakaran.

Irkut merupakan produsen pesawat militer, seperti pesawat tempur jenis Sukhoi. 90 persen pendapatannya bahkan dihasilkan dari penjualan pesawat-pesawat militer multiguna Su-30MK dan pesawat latih tempur dua penumpang 27UBK. Malaysia dan India adalah salah satu negara yang melengkapi alutsistanya dengan pesawat Sukhoi Su-30MK. Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Manuver airshow oleh pesawat tempur TNI-AU dalam rangka HUT TNI-AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 6 April 2001 [ TEMPO/ Rini PWI; 2001 ]. Manuver airshow oleh pesawat tempur TNI-AU dalam rangka HUT TNI-AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 6 April 2001 [ TEMPO/ Rini PWI; 2001 ].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Rusia Jual Alat Militer Tanpa Syarat Politik
Amankan Selat Malaka, Armabar Butuh 36 KRI
KSAL Tegaskan Kekurangan Peralatan TNI
Menhan Diminta Segera Libatkan Industri Lokal
Kontrak Sebelum 1 Mei, Tanggung Jawab Angkatan
Indonesia Beli Korvet Belanda
TNI AU Tahun Ini Akan Penuhi Skuadron Pesawat Latih
Dephan Talangi Anggaran dengan Kredit Ekspor
Panglima TNI : Mau Perang Pakai Pisau Dapur?
Anggaran Tambahan Dephan untuk Beli Pesawat Pengintai
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Kekuatan TNI AL
Spesifikasi F-16
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara
Pulau-pulau kecil
ARMADA
Tumpang tindih lahan minyak

Website

Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data