Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Konsorsium Bank Malaysia Talangi Biaya Keberangkatan TKI
Selasa, 14 Juni 2005 | 02:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank-bank di Malaysia yang tergabung dalam konsorsium akan membiayai keberangkatan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia. Konsorsium itu dipimpin bekas menteri keuangan Malaysia Tun Daim, yang kini menjadi bankir.

Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris, model pendanaan konsorsium bank itu dapat mencegah dan melindungi TKI dari rentenir dan praktek calo.

Fahmi menjelaskan, konsorsium bank di Malaysia itu akan bekerja sama dengan bank-bank di Indonesia seperti BRI, BNI, dan Bukopin. Bantuan itu harus dicicil TKI setelah mereka bekerja.

"Gaji mereka langsung dipotong oleh bank itu dengan bunga bank yang lebih rendah daripada rentenir," kata Fahmi dalam rapat kerja dengan panitia ad hoc II Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, Senin (13/6).

Dengan pengaturan baru itu, majikan membayar gaji pekerjanya langsung melalui bank yang bersangkutan. Sayangnya, penyusunan konsep ini belum selesai. Penyebabnya, bank-bank di Indonesia enggan membuat konsorsium dan memilih bermain sendiri dengan konsorsium di Malaysia. "Ini yang bikin lambat," kata Fahmi.

Dia berharap model pendanaan pemberangkatan TKI itu sudah bisa berjalan pada Agustus mendatang. Menurut dia, Taiwan sudah mempraktekkannya. Jika dulu seorang calon TKI dengan tujuan Taiwan harus membayar Rp 24 juta, kini mereka cukup membayar Rp 12 juta yang dibantu konsorsium bank di Taiwan.

Analis kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo membenarkan model pendanaan itu sudah dipraktekkan di Taiwan. "Tapi tidak berhasil karena tidak ada perubahan signifikan," kata dia kemarin. Selain gajinya dipotong konsorsium, TKI masih harus membayar ke perusahaan yang memberangkat kannya. Istiqomatul

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Antrean TKW (Tenaga Kerja Wanita) dan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang baru tiba dari Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 21 Juli 2000. [DR/ Hidayat SG; 20000721]. TKW (Tenaga Kerja Wanita) berkerudung yang akan berangkat ke luar negeri di Bandara Soekarno - Hatta, Cengkareng, Tangerang, 11 Mei 2001. [TEMPO/ Bodi CH; K2A/069/2001; 20010703].
TKW Indonesia
TKW Indonesia
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Majikan Damansara Tetap Tak Mau Bayar Gaji
Eks TKI Malaysia Minta Pemerintah Permudah Bikin Paspor
TKW Indonesia Disiksa dan Diperas di Taiwan
Malaysia Permudah Eks-TKI Ilegal
TKW Asal Indramayu Tewas Gantung Diri di Arab
Jenazah Siti Masitoh Tiba
Sopir Gelap dan Calo Protes Aturan Penjemputan TKI
Pengusaha Angkutan dan Pedagang di Terminal TKI Resah
Malaysia Luluskan Izin 160 Ribu TKI
Fahmi Idris: Pekerja Anak Tiga Juta Orang
> selengkapnya...


Referensi

Profil Fahmi Idris
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri

Website

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data