Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Keluarga Sandera Cemaskan Nasib Ahmad Resmiadi
Senin, 13 Juni 2005 | 19:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Keluarga warga negara Indonesia yang disandera di Filipina mencemaskan nasib Ahmad Resmiadi, yang hingga kini belum dibebaskan. Dua orang lain yang sebelumnya disandera bersama Ahmad telah dibebaskan militer negara itu pada Ahad (12/6) dinihari, yakni Yamin Labuso dan Erikson Hutagaol.

"Saya minta Departemen Luar Negeri lebih keras lagi usahanya untuk membebaskan Resmiadi," ujar Sudong Siregar, salah satu keluarga korban, setelah bertemu dengan Direktur Perlindungan WNI Departemen Luar Negeri, Ferry Adamhar, di Jakarta, Senin (13/6).

Jami dan Hardi, ibu dan ayah Resmiadi, mengaku bertambah cemas dengan anaknya yang masih disandera. Padahal, dua kawannya sudah bebas. Hardi meminta kepada pemerintah untuk terus berusaha membebaskan anaknya.

Resmiadi, kapten kapal Bonggaya 91 yang berlayar kembali ke Malaysia, diculik bersama Yamin dan Erikson pada 31 Maret lalu. Menurut Hardi, anaknya sudah setahun tidak pulang ke Indonesia.

Ferry menyatakan, Departemen Luar Negeri mementingkan keselamatan Ahmad Resmiadi. Untuk itu, kata dia, belum bisa dipastikan apakah usaha pembebasan juga akan dilakukan melalui operasi militer, seperti saat pembebasan Yamin dan Erikson. Yophiandi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina Fidel Ramos, Jakarta, 1993. [Setneg; 18D/190/1993; 20020521]. Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina Fidel Ramos, Jakarta, 1993. [Setneg; 18D/190/1993; 20020521].
Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina
Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dua Sandera WNI Hanya Lelah Fisik
Tim DPR Jemput Sandera di Filipina, Besok
Dua Sandera WNI Dibawa ke Markas Militer Filipina
Dua WNI Sandera di Filipina Dibebaskan
Nur Miswari Bantu Lepaskan Sandera di Filipina Selatan
AB Filipina Kesulitan Kejar Sandera WNI
Pasukan Filipina Terus Kejar Penyandera Tiga WNI
Pemerintah Minta Malaysia Ikut Bebaskan Sandera
WNI Sandera di Filipina Sakit
Tim Pembebasan Sandera Berangkat ke Filipina
> selengkapnya...


Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data