Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

19 Persen Anak Usia Sekolah Putus Sekolah
Senin, 13 Juni 2005 | 15:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Berdasarkan penelitian Organisasi Buruh Internasional (ILO), 4,18 juta anak usia sekolah di Indonesia ternyata putus sekolah dan menjadi pekerja anak. "Hasil penelitian terbaru kita, sebanyak 19 persen anak-anak di bawah 15 tahun tidak bersekolah dan lebih memilih untuk menjadi pekerja," ujar Muhammad, Peneliti Senior ILO.

Survei yang dilakukan ILO mencakup 1.200 keluarga di lima provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Berdasarkan survei itu, Makassar memiliki jumlah anak putus sekolah terbesar di Indonesia. Menurut Arum Rahmawan, Program Manajer Kampanye ILO, hal ini disebabkan karena kesadaran orang tua yang masih rendah terhadap pendidikan. "Hanya sekitar 39 persen orang tua di Makassar berpikir wajib belajar itu sampai SD saja," tuturnya.

Itu pula yang menyebabkan para orang tua membiarkan anaknya untuk bekerja dalam jangka waktu yang cukup lama. Karena dari 1.200 keluarga yang ada, hanya sekitar 45 persen yang menyatakan keluarganya malu bila anaknya yang di bawah umur harus bekerja.

Patric Quinn, Kepala Penasihat Teknik ILO, menyatakan permasalahan ini dapat diselesaikan jika ada upaya dari pemerintah untuk meningkatkan kesadaran para orang tua terhadap kebutuhan anaknya akan pendidikan. Menurutnya, banyaknya anak usia sekolah yang tidak bersekolah dan menjadi pekerja anak karena biaya pendidikan di Indonesia masih terlalu mahal. "Sekarang saatnya bagi pemerintah untuk mengurangi biaya pendidikan bagi keluarga miskin," ujarnya.

yudha setiawan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana sekolah Pelita Harapan di Karawaci, Tangerang , 11 Mei 2001 [ Koran TEMPO/ Bodi CH; K2A/70/2001; 20010629 ]. Suasana melihat hasil Sipenmaru/ UMPTN di Senayan, Jakarta [TEMPO/ Rini PWI; 3d/486/91; 2001/05/23].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jurnal Perempuan Sosialisasi Antiperdagangan Perempuan
Lulusan SD Hanya 60 Persen di SMP Negeri DKI
Bohong, Biaya SD-SMP Gratis
Gedung Sekolah di Kota Bekasi Memprihatinkan
Mahasiswa Unsoed Tolak Rektor Baru
Penyimpangan Dana Block Grant Dilaporkan ke Polisi
Sekolah Terima Titipan Akte Calon Siswa
Dinas Pendidikan Panggil Kepala SD Negeri
Pemilihan Rektor Unsoed Rusuh
PTN Belum Bisa Mulai Sistem Dua Tahap
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan
Studi Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Terhadap Jenis-Jenis Pekerjaan Berbahaya Untuk Pekerja Anak-Anak
Istilah-istilah di Ketenagakerjaan
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
UU No. 1 Tahun 2000 Tentang Pengesahan Konvensi ILO nomor 182 Mengenai Pelanggaran dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak
Kepres RI No. 59 Thn.2002 Tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentuk - Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak
> selengkapnya...

Website

Departemen Sosial
Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data