|
Polisi Gelar Razia Cari Pengangkut Bom
Senin, 13 Juni 2005 | 13:29 WIB
TEMPO Interaktif, Purwakarta: Kepolisian Wilayah Purwakarta, Jawa Barat, sejak Ahad (12/6) malam meningkatkan pengawasan kepada kendaraan roda empat. Hal itu, menurut Kepala Kepolisian Purwakarta Komisaris Besar Tb. Mh.Chanafi, berkaitan dengan isu pergerakan mobil pengangkut bahan peledak yang ditengarai berada di wilayah Kabupaten Indramayu.
"Kami tak mau kecolongan, jangan-jangan mereka masuk ke Bandung atau kembali ke Jakarta," kata Chanafi, Senin (13/6). Operasi penggeldahan terhadap semua jenis kendaraan, terutama dilakukan di setiap titik perbatasan.
Siang ini, operasi dilakukan di daerah Tangkuban Parahu, yakni perbatasan Subang dan Bandung. Mereka menggunakan detektor logam dan anjing pelacak. "Nanti malam kami bergerak ke arah jalur Pantura Pamanukan," kata Ajun Komisaris Besar Agnes Supraptiningsih, Kepala Polres Subang.
Di wilayah Polres Purwakarta, Senin pagi, razia dilakukan kepada semua kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Operasi dilakukan di ruas jalur utama menuju wilayah perkotaan, yakni di ujung jalan protokol Veteran dan jalur protokol R.E Maratdinata. "Kami juga diperiksa," kata Toto, pengemudi sepeda motor.
Sebelumnya Komandan Resor Militer setempat mengedarkan telegram berisi kemungkinan para teroris di wilayah itu. Lima kendaraan disebutkan membawa bahan peledak, dan semua berplat nomor B (Jakarta). Kendaraan itu berjenis Kijang, Panther, Hino, Starwagon, dan Feroza.
Berkaitan dengan isu masuknya kelompok Dr. Azahari dan Noor Din M. Top, dua buron tersangka utama kasus terorisme, ke wilayah pinggiran Jakarta, Kepala Polres Karawang Ajun Komisaris Besar Chairul Anwar mengatakan, polisi juga terus memantaunya.
Dikatakannya, Azahari dan Noor Din memang memiliki mata rantai dengan wilayah Karawang. "Mereka bisa saja berpura-pura jadi gembel, tukang becak, atau profesi
lainnya yang tidak mencurigakan," kata Choirul. Nanang Sutisna
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Terdakwa kasus peledakan bom di Wisma Bhayangkari, Anang Supena (kiri) mendengarkan keterangan saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, 26 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/044/2003; 20030926].](/hg/photostock/2005/03/23/s_K18A04405_high_thumb.jpg) |
![Poster daftar pencarian orang (DPO) yang dipasang di tembok Gedung Jaya, Jakarta, 2 September 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/036/2003; 20030926].](/hg/photostock/2005/03/14/s_K18A03608_high_thumb.jpg) |
|
|
| Poster Daftar Pencarian Orang
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|