Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Muhaimin Tolak Pengaktifan Intelijen Daerah
Minggu, 12 Juni 2005 | 16:37 WIB

TEMPO Interaktif, Boyolali: Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar menyatakan menolak rencana pemerintah untuk menghidupkan kembali badan intelijen di daerah. Ia menganggap, alasan langkah untuk mencegah aksi terorisme tidak bisa diterima.

"Pemerintah seharusnya lebih memikirkan dan melakukan langkah-langkah konkret, yang hasilnya langsung dirasakan oleh rakyat seperti kesehatan atau pendidikan," kata Muhaimin di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (12/6).

Terorisme, kata Muhaimin, hanya terjadi di beberapa daerah. Masalah ini pun, menurut dia, harus diselesaikan secara internasional dan bukan dengan membentuk intelijen di daerah.

Ia pun menyatakan, rencana pemerintah itu menimbulkan kekhawatiran masyarakat pada situasi masa lalu, ketika intelijen dianggap sekadar mencari orang-orang yang berbeda pandangan dengan pemerintah. "Jadi, saya menganggap rencana itu tidak perlu," kata Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Presiden Yudoyono saat bertemu para gubernur se-Indonesia, Kamis (9/6), mengatakan, badan koordinasi intelijen daerah akan dihidupkan kembali. Adapun Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan koordinasi intelijen polisi, TNI, kejaksaan, pemerintah daerah, dan lain-lainnya akan dilakukan hingga tingkat rukun tetangga dan rukun warga. Imron Rosyid

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Terdakwa kasus peledakan bom di Wisma Bhayangkari, Anang Supena (kiri) mendengarkan keterangan saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, 26 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/044/2003; 20030926]. Poster daftar pencarian orang (DPO) yang dipasang di tembok Gedung Jaya, Jakarta, 2 September 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/036/2003; 20030926].
Anang Supena
Poster Daftar Pencarian Orang
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pam Swakarsa, Hidup Lagi
Empat Keganjilan Sebelum Bom Meledak di Rumah Abu Jibril
Abu Jibril: Barang Saya Ada Yang Hilang
Polisi Bantah Dalangi Peledakan Pamulang
Dua Buronan Bom Bali Terlihat di Mindanao
Presiden dan Isteri Besuk Korban Bom Tentena di RS UKI
Polisi Bentuk Tiga Tim Tangani Bom Pamulang
Presiden Minta Gubernur Kembangkan Intelijen Daerah
Abu Jibril Sedang Siapkan Lima Buku
Polisi Mengaku Profesional Tangani Bom Pamulang
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Badan Intelijen Negara
Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data