|
Cerita Tentang Nomor HP Presiden
Minggu, 12 Juni 2005 | 12:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Yudhoyono berjanji untuk membuka telepon selulernya untuk menerima keluhan dari masyarakat. Ia meminta publik menelepon atau mengirim sms (short message service alias pesan singkat melalui telepon seluler) ke nomor: 08111-09-949.
Ia menanggapi keluhan seorang petani, mengenai sikap para pejabat di daerah yang jarang turun ke lapangan dan bertemu dengan petani. "Kalau saudara merasa tidak ada kepedulian, tidak pernah didatangani, hp (telepon genggam) dan sms saya terbuka 24 jam," ujar Presiden saat temu wicara pencanangan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan 2005 di Jatiluhur, Jawa Barat, Sabtu (11/6).
Anda, pembaca sudah mencoba menghubungi nomor itu? Besar kemungkinan hanya akan mendengar "tulalit..tulalit...". Iya, bisa jadi, memang banyak orang yang ingin menghubungi atau mengirimkan sms ke nomor itu secara bersama-sama sehingga macet.
Bagaimana pun, menurut mantan bawahannya, nomor telepon itu telah dipakai Yudhoyono sejak dia perwira menengah. Pengin tahu makna nomor itu? Tak lain adalah tanggal lahir mantan Kepala Staf Teritorial TNI itu.
08111: ini adalah nomor Telkomsel, seperti halnya 0816 untuk Satelindo.
09: merupakan tanggal lahir.
9: adalah bulan lahir, yakni September, dan
49: merupakan tahun kelahiran sang Presiden, yakni 1949.
Hingga menjadi Menteri Pertambangan dan Energi pada kabinet Abdurrahman Wahid, sangat mudah menghubungi Pak SBY melalui nomor itu. Namun, seiring dengan kesibukan yang harus ia lakukan ketika menjadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, nomor ini banyak dipegang sang ajudan.
Apalagi kini, SBY telah menempati kursi tertinggi pemerintahan Indonesia, bisa dimaklumi kalau banyak nomor telepon seluler yang ia miliki. Jadi, sabar, kalau kita hanya bisa mendengar "tulalit...tulalit...". Budi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40706_high_thumb.jpg) |
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|