Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden: Terus Berantas Pembalakan Liar
Sabtu, 11 Juni 2005 | 11:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemerintah akan terus memberantas praktek pembalakan liar di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Presiden, luas hutan Indonesia mencapai 120 juta hektar, tapi sebanyak 59,3 juta hektar telah rusak akibat pembalakan liar.

“Setiap tahun hutan yang rusak mencapai 2,8 juta hektar,” ujar Presiden Yudhoyono saat memberikan pidato pencanangan Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Perhutanan Nasional di Waduk Juanda, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (11/6)

Kondisi tersebut, lanjut Presiden, harus secepatnya diperbaki. Caranya, antara lain dengan melakukan kembali penanaman hutan tanaman industri rakyat. Namun karena sumber pembiayaan amat terbatas, praktek pembalakan liar yang sangat merugikan negara pun harus terus diberantas.

“Sudah ratusan pembalak liar yang kita tangkap, termasuk para pembekingnya,” tandas Presiden disambut tepuk tangan para petani dan nelayan.

Dalam rangka meningkatkan upaya pemberantasan pembalakan liar itu, Presiden Yudhoyono pekan depan akan melakukan pertemuan dengan para gubernur, pangdam, kapolda, dan kajati se Kalimantan di Kalimantan Barat. “Hutan kita tak boleh punah oleh ulah orang-orang yang tak bertanggungjawab,” tandas Presiden. Nanang Sutisna dan Sudrajat

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bakar Foto Presiden Yudhoyono Dipenjara 6 Bulan
Presiden Jumatan di Kantor Menko Polhukam
Presiden dan Isteri Besuk Korban Bom Tentena di RS UKI
Pertemuan 9 Jam Presiden dan Para Pembantunya
Program Pemerintah Tekan Busung Lapar
HKTI Pesimis Presiden Yudhoyono
Presiden Minta Gubernur Kembangkan Intelijen Daerah
Penanganan Teror di Bawah Menteri Polkam
Katrina Koni Kii Wanita Peraih Kalpataru
Presiden Minta Pembangunan Lingkungan 2009 Ditetapkan
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Hughes Bersumpah Jadikan City Raksasa Eropa
Bupati Aceh Besar Mundur, Surat ke Menteri Ditulis Tangan
Simulasi Pemilihan 2009 Dinilai Tak Efektif
Bapepam Akan Gugat Eurocapital
Buffon Bantah Hengkang ke City

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data