|
RS Polisi Kramat Jati Jadi Pusat Pelayanan Trafficking
Sabtu, 11 Juni 2005 | 03:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rumah Sakit RS Soekanto Kramat Jati meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu Korban Perdagangan Manusia. "Tiap tahun korban selalu bertambah,"ujar Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Brigadir Jenderal Bambang Ibnu Soeparto.
Menurut Bambang, korban itu seperti TKI yang mendapat kekerasan selama bekerja di luar negeri. Tahun 2004 saja, sebelum pusat pelayanan kerjasama dengan International Organization for Migration itu dibuka, korban trafficking dari TKI bertambah menjadi 435 orang. Kasus ini terbanyak menimpa korban sehingga mengalami gangguan jiwa sebanyak 247 orang.
Stephen Cook, Ketua Misi IOM di Indonesia menyatakan, selain untuk korban, pelayanan itu dibuat terpadu untuk mengungkap pelaku dan jaringannya. Karena itu, pembangunan pelayanan ini dilakukan di rumah sakit pusat kepolisian di Jakarta Timur itu. Kontrak kerjasama dilakukan pertahun bersama rumah sakit.
Pendanaan diberikan oleh Amerika Serikat kepada IOM untuk bersama rumah sakit mengelola pusat pelayanan tersebut. Untuk tahun ini, dihitung dari gedung serta fasilitas seperti komputer dianggarkan sebesar US$100 ribu. "Tahun depan akan lebih rendah (bantuannya),"ujar Stephen.
Sebab, untuk tahun pertama ini, segalanya dibangun dari awal dan dilengkapi. Sementara tahun berikutnya akan melengkapi fasilitas yang belum tersedia.
Selain di Jakarta, pusat pelayanan akan dibangun di Surabaya dalam tahun 2005 ini. Bentuknya, menurut Stephen akan berupa rumah perlindungan untuk mendukung rumah sakit polisi di Jawa Timur tersebut yang sudah cukup lengkap fasilitasnya.
Perdagangan manusia, tidak hanya terjadi antar negara. "Anda lihat di dalam negeri Indonesia juga terjadi. Anda lihat di Tanjung Balai Karimun,"ujarnya menyebut daerah tersebut sebagai contohnya. Namun, Stephen tidak menjelaskan spesifik apa bentuknya.
Gedung pusat pelayanan itu merupakan perluasan dan rehabilitasi gedung gawat darurat rumah sakit kepolisian tersebut. Bercat krem gedung itu memiliki dua bagian, ruang perawatan umum dan ruang perawatan khusus yang terpisah. Sebanyak 7 ruangan dan 30 tempat tidur disediakan untuk para korban, sebelum dirawat di bagian khusus penyakit tertentu seperti gangguan jiwa.
Gedung itu pun dilengkapi dengan ruang pemeriksaan polisi untuk mengungkap sindikat perdagangan manusia dengan bantuan dari para korban yang akan dimintai keterangan. Dua ruang konseling disediakan untuk menerima pasien yang menderita gangguan mental. Sementara untuk korban anak-anak disediakan ruang bermain lengkap dengan boneka dan mobil-mobilan yang menjadi mainan anak-anak.
Yophiandi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Suasana Jaipongan/ tari jaipong di Lokalisasi Kramat Tunggak, Jakarta [ TEMPO/ Rini PWI; 25c/239/88; 20010608 ].](/hg/photostock/2005/04/06/s_25c23901_high_thumb.jpg) |
![Kompleks WTS Kramat Tunggak, Jakarta [ Dok TEMPO/ Teguh S Jamal; 25c/237/88; 20010608 ].](/hg/photostock/2005/04/06/s_25c23701_high_thumb.jpg) |
|
|
| Lokalisasi Kramat Tunggak
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|