Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Dua Buronan Bom Bali Terlihat di Mindanao
Jum'at, 10 Juni 2005 | 14:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua buronan kasus bom Bali, Dul Matin dan Umar Patek, terlihat berada di Mindanao, Filipina Selatan. Juru Bicara Front Pembebasan Islam Moro (MILF) Eid Kabalu menyatakan, keduanya kelihatan di sana sebulan lalu. "Mereka sering hilir-mudik provinsi Mangindanao dan Lannau Del Sur,"kata Kabalu saat dihubungi Tempo melalui telepon selulernya, hari ini (10/6).

Iformasi itu, menurut Eid Kabalu, diperoleh Komiter Aksi Bersama Adhoc (AJAC) sebuah lembaga yang dibentuk pemerintah Filipina dan MILF.

Dul Matin dan Umar Patek telah menjadi buronan aparat keamanan Indonesia sejak meledaknya bom di kawasan pantai Kuta, Denpasar, Bali, 12 Oktober 2002. Mereka berdua yang diyakini bergabung dengan Azahari dan Noor Din Muhammad Top (keduanya juga masih buron) dituding terlibat dengan sejumlah aksi pengeboman, termasuk bom di HOtel JW Marriott, 5 Agustus 2003 dan bom di Kedutaan Australia, 9 September 2004.

Menurut Eid Kabalu, Dul Matin dan Umar Patek terlihat bersama delapan orang dari kelompok Abu Sayyaf, gerilyawan bersenjata yang dituduh melakukan sejumlah aksi pengeboman, pembunuhan, dan penculikan. "Mereka semua membawa senajata jenis M-16, dan M-14,"ujarnya. Kedua jenis senjata itu, biasa digunakan kelompok pemberontak di kawasan Mindanao.

Kabalu mengaku tidak mengetahui kegiatan yang sedang dilakukan kedua buronan pemerintah Indonesia itu dan sejak kapan mereka berada di sana. "Mungkin mereka sedang menikmati suasana perdamaian di Filipina Selatan,"katanya. Kabalu tak yakin, Dul Matin dan Umar Patek sedang mengikuti latihan militer di kamp Abu Sayyaf karena kelompok itu sudah tidak memiliki kamp pelatihan.

AJAC dibentuk berdasarkan komunike bersama yang ditandatangani Manila dan MILF pada 6 Mei 2002. Komite ini dibentuk 21 Desember 2004 di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam perundingan lanjutan kedua pihak. Komite ini bertugas memantau pelaksanaan gencatan senjata di kawasan Filipina Selatan dan menangkap kelompok teroris dan penjahat yang berusaha merusak kesepakatan itu.

Faisal Assegaf

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Polisi dari tim Gegana dan Puslabfor Polri sedang memeriksa rumah milik Amiruddin Siregar yang hancur akibat ledakan bom di jalan Cikoko Barat III No. 23 Pengadegan, Pancoran, Jakarta, 19 Juni 2001 [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/384/2001; 20010710]. Polisi Gegana dan Puslabfor Polri sedang memeriksa rumah milik Amiruddin Siregar yang hancur akibat ledakan bom di jalan Cikoko Barat III No. 23 Pengadegan, Pancoran, Jakarta, 19 Juni 2001 [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/383/2001; 20010710].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden dan Isteri Besuk Korban Bom Tentena di RS UKI
Polisi Bentuk Tiga Tim Tangani Bom Pamulang
Presiden Minta Gubernur Kembangkan Intelijen Daerah
Abu Jibril Sedang Siapkan Lima Buku
Polisi Mengaku Profesional Tangani Bom Pamulang
Lingkungan Rumah Abu Jibril Penuh Intel
Istri M. Top Divonis Tiga Tahun Penjara
Panglima Keberatan Penggunaan Detasemen 81 Kopassus
Penjaga Warung Terus Diperiksa
Barang Abu Jibril Akan Dikembalikan Hari Ini
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Badan Intelijen Negara
Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data